KADISDIK BUKA ACARA FESTIVAL TUMET LEUT SISWA SMP SE-KABUPATEN BARITO TIMUR

FOTO BERSAMA-Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Juri dan Panitia foto bersama setelah pembukaan Festival Tumet Leut bagi siswa Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Barito Timur pada hari Rabu, 25 Mei 2022 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur.

TAMIANG LAYANG-Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur melaksanakan Festival Tumet Leut bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Barito Timur pada Rabu,      25 Mei  2022  di Tamiang Layang. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Sabai, S.Pd., M.M., didampingi oleh Kepala  Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah  Valentina Lovina Tanate, S.Pd, M.Hum.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Sabai, S.Pd., MM dalam sambutannya  menjelaskan bahwa Tumet Leut merupakan Budaya bernyanyi/ bertutur dengan menggunakan Bahasa Pangunraun (Sastra Kuno Dayak Maayan), dinyanyikan atau dituturkan acara kematian, penyembuhan orang sakit maupun pada acara pemenuhan hukum adat perkawainan Dayak Maanyan  untuk menyampaikan petuah-petuah yang bijak . Seni ini tidak hanya menyajikan keindahan nada tetapi juga menyajikan keindah bertutur yang sangat menjunjung tinggi nilai sopan santun.

Sabai berpesan kepada 22 orang peserta festival tumet leut yang berasal dari  Siswa SMP di Kabupaten Barito Timur agar dapat mengeksplore kemampuannya  dengan maksimal karena  sastra lisan tumet leut harus dikembangkan dan dilestarikan. Peserta kegiatan diimbau untuk terus menggali ilmu tentang sastra lisan tumet leut agar tidak terlupakan atau punah pada masa yang akan datang ujarnya.

MENUNGGU- Para Peserta Festival Tumet Leut se-Kabupaten Barito Timur, sabar menuggu kegiatan festival yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur (25/5).

Orang nomor satu di Dinas Pendidikan ini juga memaparkan agar peserta festival memahami perannya kedepan setelah kegiatan yaitu  harus bangga karena  berkesempatan untuk melestarikan budaya  sastra lisan tumet leut karena sekarang hanya orang tertentu dan berusia lanjut yang mampu melantunkan tumet leut, kemudian peserta harus  mampu menjadi agen muda perubahan untuk mensosialisasikan  dan menjadi  tutor sebaya   sastra lisan tumet leut kepada siswa lain harapnya.  

Di akhir sambutannya  Sabai  berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah memprogramkan Festival Sastra Lisan Tumet Leut bagi siswa SMP  Se-Kabupaten Barito Timur secara khusus melibatkan Dinas Pendidikan untuk memfasilitasi kegiatan  ini. Ia berharap ke depannya kerjasama semacam ini terus ditingkatkan  untuk menggali dan melestarikan budaya lokal ujarnya.

Sedangkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Valentina Lovina Tanate, S.Pd, M.Hum.  dalam sambutanya   menjelaskan  bahwa Festival ini  merupakan salah satu kegiatan dalam program pelindungan dan pelestarian bahasa dan sastra Kalimantan Tengah. Valentina  juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, sekolah, guru pendamping, dan juri  festival  sastra lisan tumet leut demi menjaga kekayaan budaya di Kabupaten Barito Timur.

Valentina  juga berharap   agar Kegiatan Festival Tumet Leut bagi Siswa SMP se-Kabupaten Barito Timur dalam Rangka Pelestarian dan Pendokumentasian Sastra Lisan Daerah mampu mendokumentasikan salah satu sastra lisan yang hidup di tengah masyarakat Kalimantan Tengah. Dari upaya pendokumentasian tersebut nantinya dapat menguatkan dan melestarikan sastra lisan di daerah agar tidak punah. Selain itu juga dapat meningkatkan kreativitas, apresiasi, dan rasa bangga masyarakat Dayak Maanyan pada sastra lisan Tumet Leut  ujarnya diakhir sambutan. (Lim)

CEGAH STUNTING MELALUI BKB EMAS, DP3AKB LAKSANAKAN PENYULUHAN KETERAMPILAN PENGASUHAN 1000 HPK

FOTO BERSAMA- Setelah kegiatan penyuluhan selesai Narasumber, Panitia dan Peserta pelatihan menyempatkan diri foto bersama.

TAMIANG LAYANG- Perang melawan stunting terus digalakan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Salah satu caranya dengan melakukan penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB) Emas. Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur menyelenggarakan kegiatan penyuluhan keterampilan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penyuluhan ini dilaksanakan dalam rangka mencegah stuntuing di wilayah Kabupaten Barito Timur melalui bina keluarga balita.

“Kita telah membentuk desa lokus stunting di Kabupaten Barito Timur. Ada 10 desa yang menjadi perhatian kami dalam penanganan stunting,” terang Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur  H.Rusdianor, S.Sos, M.AP melalui Sekretaris DP3AKB Kabupaten Barito Timur Anda Kriselina,S.SI,Apt,M.Kes kepada contributor MMC Bartim baru-baru ini.

Anda Kriselina menjelaskan 10 desa yang menjadi lokus stunting yakni Desa Bararawa, Bambulung, Kupang Bersih, Ketab, Muara Plantau, Muru Duyung (Kec. Pematang Karau), Ampah II, Mangkarap, Putut Tauluh dan Rodok.

Mengapa penyuluhan keterampilan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan perlu dilaksanakan?, Anda Kriselina menjelaskan penyuluhan 1000 HPK perlu dilaksanakan karena dimasa 1000 HPK sangat penting bagi tumbuh kembang buah hati dan dapat menentukan perkembangan kecerdasan secara jangka panjang. Tidak optimalnya perkembangan otak pada masa ini juga akan berpengaruh terhadap kehidupan buah hati di masa depan.

“Penyuluhan ini dilakukan karena kita ingin para orangtua perlu memahami faktor-faktor  apa yang dapat mempengaruhi stunting. Setelah orang tua tahu maka diharapkan dapat memberikan gizi yang baik kepada anak yang terindikasi stunting. Para Ibu-ibu juga diharapkan memberikan susu eksklusif kepada anaknya yang terindikasi stunting dan ASI sampai anak berusia 2 tahun. Dan yang paling penting adalah orangtua bekerja sama dalam mengasuh anak serta lakukan pengasuhan yang baik dengan prinsip asah, asih dan asuh,” terang Anda.

Lebih jauh mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bartim dan Direktur RSUD Tamiang Layang menjelaskan,  pengasuhan dalam keluarga menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam mencegah dan mengatasi kejadian stunting di beberapa wilayah di Bartim. Pengasuhan yang baik pada seribu hari pertama kehidupan sangat diperlukan. Karena ujar Anda, pondasi utama kehidupan manusia di masa depan dapat dipengaruhi oleh pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan tersebut, yang dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan sampai 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun). Pada periode tersebut, terang Anda,  terjadi perkembangan otak dan pertumbuhan yang begitu cepat.

Anda juga menambahkan kasus stunting bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Barito Timur khususnya DP3AKB saja,  tetapi telah menjadi tanggung jawab kita bersama, demi meningkatkan kualitas keluarga, dalam menjalankan program pembangunan keluarga.

Dengan terselenggaranya kegiatan penyuluhan tersebut diharapkan para peserta yang hadir dapat memberikan pemahaman kepada para keluarga terkait tumbuh kembang balita dan pentingnya masa 1000 hari pertama kehidupan karena keluarga merupakan wahana utama dalam memberikan pengasuhan yang penting pada anak sehingga orang tua yang memiliki balita dapat membantu anaknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.(cak)

Bantu Atasi Stunting, DPKP Bartim Galakkan Program Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari

PELATIHAN- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP, MM dan jajarannya foto bersama usai memberikan pelatihan P2L kepada Kelompok Wanita Tani di wilayah Kabupaten Barito Timur, baru-baru ini.

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangagan (DPKP) Kabupaten Barito Timur terus berupaya membantu masyarakat untuk mengatasi persoalan stunting. Salah satu upaya dilakukan DPKP Bartim  yakni dengan meluncurkan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

“P2L adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat  yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan pendapatan,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP, MM kepada contributor MMC Bartim, baru-baru ini.

Lebih jauh Trikorianto menjelaskan dasar pelaksanaan kegiatan P2L yakni Peraturan Menteri Keuangan No.9/PMK.07/2020 tentang Perubahan  Pertama atas Peraturan Menteri  Keuangan Nomor 48/PMK.07/2019  tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus  Nonfisik, dan Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan  Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian  Tahun Anggaran 2022.

“Sumber dana P2L  TA. 2021 dan TA. 2022 dari  DAK Non Fisik Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian,” terang Trikorianto.

Lalu siapa dan di mana sasaran kegiatan P2L ini?, mantan Camat Benua Lima dan Patangkep Tutui menjelaskan sasaran program P2L yakni daerah rentan rawan pangan (sesuai Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA). Tak hanya itu sasaran P2L juga ditujukan ke daerah stunting berdasarkan Kepmen PPN Bappenas.

“Dan yang paling penting adalah pelaksana kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan jumlah anggota 30 orang,” terang Trikorianto.

Kapan Kegiatan dilaksanakan? Kepala DPKP Bartim ini menjelaskan kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) di laksanakan  2 tahap. Tahap Penumbuhan, dilaksanakan mulai dari januari sd. Desember 2021, besarnya bantuan Rp. 55.000.000,00 di transfer langsung ke rekening kelompok dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima untuk dibelanjakan kebutuhan kegiatan sesuai yang tercantum dalam RKA (Rencana Kebutuhan Anggaran) yang telah disusun oleh kelompok.

Kemudian tahap pengembangan : dilaksanakan mulai januari sd. Desember 2022, besarnya bantuan Rp. 15.000.000,00 di transfer langsung ke rekening kelompok dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima untuk dibelanjakan kebutuhan kegiatan sesuai yang terccantum dalam RKA (Rencana Kebutuhan Anggaran) yang telah disusun oleh kelompok.

Ditambahkan Kadis PKP Bartim ada komponen-komponen kegiatan P2L yang dilaksanakan dan terdiri dari :

Pembangunan Rumah Bibit : Rumah bibit di bangun untuk memproduksi bibit tanaman yang akan digunakan untuk penananaman di demplot KWT dan pertanaman anggota KWT, apabila ada kelebihan produksi bibit dapat dijual dan hasilnya digunakan sebagai kas KWT.

Pengembangan Demplot: Demplot berfungsi sebagai tempat usaha bersama, dimana anggota KWT bekerjasama untuk melakukan budidaya tanaman di demplot dan hasilnya digunakan sebagai kas KWT sehingga dapat digunakan sebagai modal usaha selanjutnya.

Pertanaman di Pekarangan Anggota : Pertanaman di Pekarangan Anggota bisa dilakukan dengan menggunakan polybag maupun di tanam langsung di tanah pekarangan, untuk tahap penumbuhan dalam 1 tahun jumlah polybag yang ditanam di pekarangan sebanyak 75 polybag atau 25 m2 apabila ditanam di lahan, untuk tahap pengembangan sebanyak 90 polybag atau 30 m2 apabila ditanam di lahan, hasil pertanaman digunakan untuk keperluan pribadi anggota KWT dan apabila dijual hasilnya untuk penghasilan anggota KWT yang bersangkutan.

Penanganan Pasca Panen:  Hasil pasca panen bisa dijual dalam bentuk sayuran segar maupun di olah menjadi olahan pangan.

Lalu di mana tempat pelaksanaan kegiatan P2L ini?, Kepala DPKP Bartim menjelaskan ada 8 (delapan) KWT di 8 (delapan) desa di Kabupaten Barito Timur yaitu KWT Cempaka Kelurahan Ampah Kota, KWT Harapan Bunda Desa Putai Kecamatan Dusun Tengah, KWT Pakat Jari Desa Simpang Naneng, KWT Bina Harapan Desa Kandris Kecamatan Karusen Janang, KWT Debora Kelurahan Tamiang Layang, KWT Suka Maju Desa Dorong Kecamatan Dusun Timur, KWT Batu Api Indah Lestari Desa Bentot , dan KWT Subur Baapuah Desa Kotam Kecamatan Patangkep Tutui

“Program P2L ini bertujuan untuk  mewujudkan kemandirian  pangan Nasional yg  dimulai dari  tingkat rumah tangga dan penanganan stunting, juga untuk menjaga Kelestarian sumberdaya  pangan lokal, untuk  memenuhi  kebutuhan pangan/dapur  ibu rumah tanggah sehari –hari  dan konservasi pangan masa depan, mengurangi/menghemat  pengeluaran/belanja  ibu rumah tangga, menambah penghasilan  masyarakat/ibu rumah tanggah dan Pemberdayaan Kelompok Wanita Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan,” papar Trikorianto.

Pria murah senyum inipun berharap kegiatan P2L ini dapat bermanfaat dan terwujudnya pekarangan masyarakat sebagai sumber pangan dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran keluarga, menambah pendapatan keluarga dan yang paling penting adalah terwujudnya ketahanan pangan keluarga dan  mengatasi stunting.(lim/cak)

LOKAKARYA 5 PGP ANGKATAN 4 BARTIM BERJALAN LANCAR

DINAMIKA- Pengajar Praktik bersama Peserta Lokakarya 5 Program Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Barito Timur sedang melakukan dinamikan kelompok mengimplementasikan modul di Aula Dinas Pendidikan, Sabtu, (21/5)

TAMIANG LAYANG-Lokakarya 5 PGP Angkatan 4 Kabupaten Barito Timur adalah lanjutan upaya transformasi menyeluruh pada satuan pendidikan CGP. Dengan adanya sharing, input, dan dinamika dalam penyusunan visi, misi, dan program sekolah yang berdampak kepada murid maka CGP semakin dikuatkan oleh  inisiasi yang telah dilakukan akan keberpihakan kepada murid. Kegiatan ini  diselenggarakan luring pada tanggal  21 Mei 2022 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur dengan pemberlakuan protokol kesehatan berjalan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur  Sabai, S. Pd., MM melalui Sekretaris Dinas Pendidikan  Kabupaten Barito Timur Messias, S.Pd., MS yang juga Ketua Panitia dalam perbincangannya dengan Kontributor MMC Diskominfosantik menjelaskan bahwa  kegiatan lokakarya kali ini merupakan  episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Messias lebih jauh memaparkan bahwa Lokakarya 5   Program Calon Guru Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah. Untuk merefleksi hasil belajar daring CGP, maka setiap bulan dilaksanakan Lokakarya imbuhnya.

Sosok yang humoris ini merinci bahwa Untuk lokakarya 5, topik pembelajaran modul yang dibahas  adalah :  Refleksi Kompetensi Calon Guru Penggerak. Berdasarkan topik tersebut, CGP dapat merefleksi diri sejauh mana perkembangan kompetensi calon guru penggerak selama mengikuti program ini. Adapun tujuan belajar lokakarya kali ini memuat empat poin penting yaitu:

  • Calon Guru Penggerak mampu mengidentifikasi kompetensi yang sudah berkembang selama program calon guru penggerak
  • Calon guru penggerak mampu mengidentifikasi kompetensi yang belum berkembang selama program calon guru penggerak.
  • Calon guru penggerak mampu mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan kompetensi diri calon guru penggerak
  • Calon guru penggerak mampu menyusun rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak

Messias menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur   berharap kepada semua peserta CGP Angkatan 4 Kabupaten Barito Timur dapat mengenali komptensi dirinya dan membuat rencana aksi nyata 3 bulan kedepan guna memaksimalkan kemampuan sebagai pemimpin pembelajaran tegasnya diakhir perbincangan. (Lim).

Ini Alasannya Pemkab Bartim Kaji Banding ke Kotim, Lamandau dan Sukamara

SAMBUTAN- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas saat menyampaikan sambutan pada acara Kaji Banding di Kabupatten Sukamara, baru-baru lalu.

TAMIANG LAYANG-Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Barito Timur melakukan studi banding (kaji banding) ke tiga kabupaten di Provinsi KalimantanTengah. Tiga kabupaten itu yakni Kabupaten Kotawaringin Timur, Lamandau dan Sukamara. Lalu mengapa tiga kabupaten itu menjadi tujuan kaji banding? Mau tahu alasannya, berikut penuturan Ketua Rombongan Studi Banding Bertolumeus, S.Sos.

Menurut Bertolumeus, sasaran kaji banding yaitu pertama pengelolaan BUMDes/Bumdesmart bersama, kedua ekonomi kerakyatan dan ketiga tata kelola pemerintahan.

Lebih jauh Pria yang menjabat Asisten I Setda Bartim menjelaskan tujuan kaji banding ke Kabupaten Kotawaringin Timur untuk belajar dan menggali strategi dan kiat-kiat apa yang dilakukan pengurus dan pengelola Badan Usaha Milik Desa dalam menjalankan usahanya.

“Di Kabupaten Lamandau kita banyak belajar menyangkut Tata Kelola Pemerintahan yaitu pelayanan publik di bidang perizinan. Karena Kabupaten Lamandau Nomor 2 terbaik pelayanan publik seluruh Indonesia,” jelas Bertolumeus kepada MMC Bartim akhir pekan lalu.

Sedangkan kaji banding  di Kabupaten  Sukamara, terangnya,  melihat program unggulan kabupaten itu, sekaligus belajar bagaimana cara budidaya udang paname dan budidaya ikan air tawar.

“Dari kaji banding ini kita mendapatkan pengetahuan baru dan mudah-mudahan kedepannya BUMDes di Barito Timur bisa berkembang dengana baik,” harap Bertolumeus. (cak)

PELAYANAN KEJARI BARTIM DINILAI MEMUASKAN

ANGGA: INI MERUPAKAN SALAH SATU INOVASI KEJAKSAAN

PELAYANAN- Martambuan Baji (50) warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengapresiasi Kejaksaan Negeri Barito Timur, Kalimantan Tengah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia menilai pelayanan diberikan sangat baik dan memuaskan.

TAMIANG LAYANG- Pelayanan yang diberikan oleh jajaran Kejaksaan Negeri Barito Timur kepada masyarakat dinilai warga sangat baik.  Bahkan ada masyarakat yang mengungkapkan pelayanan yang diberikan koprs Adhiyaksa itu sangat memuaskan.

Martambuan Baji (50) warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengapresiasi Kejaksaan Negeri Barito Timur, Kalimantan Tengah. Apresiasi diberikan Martambuan lantaran dalam pengambilan barang bukti (BB) berupa sepeda motor roda jenis Suzuki Shogun, tanpa biaya sedikitpun.

“Pengambilannya barang bukti sangat cepat. Ini hebat dan tanpa pungutan biaya lagi,” kata Martambuan di Tamiang Layang, Jumat (20/5) lalu.

Menurut pria berprofesi sebagai guru di Banjarmasin itu, pelayanan yang diberikan Kejari Barito Timur dalam pengambilan barang bukti itu sangat memuaskan. Pelayanannya pun juga ramah.

Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur, Daniel Panannangan melalui Kasi Intelijen Angga Saputra mengatakan, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat merupakan salah satu inovasi kejaksaan.

“Kami berharap kepada masyarakat yang ingin mengambil barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap di Kejaksaan Negeri Barito Timur agar segera mengambil karena prosesnya mudah, cepat dan tidak dipungut biaya,” jelas Angga Saputra.(cak)

KEPALA DPKD LEPAS DAN SAMBUT PESERTA KURSUS KOMPUTER JENJANG SEKOLAH DASAR

BERSEMANGAT-Siswa-Siswi Sekolah Dasar bersemangat mendengarkan pengarahan tentang pelaksanaan Kursus Komputer Tahap 3 yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Barito Timur pada hari, Senin (23/5).

TAMIANG LAYANG– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Barito Timur kembali laksanakan kursus komputer gratis untuk siswa-siswi jenjang Sekolah Dasar tahap 3.  Acara pembukaan kursus komputer gratis ini dilaksanakan di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Barito Timur, Senin (23/5).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Barito Timur Drs. Frindiano Leloni, MM saat berbincangan dengan kontributor MMC Barito Timur   menyampaikan kursus komputer gratis ini merupakan  program inklusi berbasis sosial untuk  menambah minat baca dan kunjungan keperpustakaan dengan memanfaatkan  sarana bantuan dari perpustakaan nasional. Sampai saat ini Dinas yang dipimpinnya sudah melaksanakan kursus komputer gratis sebanyak 2 tahap dengan total siswa yang lulus berjumlah 147 orang,  dengan rincian 90 orang tahap 1 dan 57 orang tahap 2.

Kepala Dinas yang sangat humble ini saat menyerahkan sertifikat bagi siswa-siswa yang lulus tahap 2 menyampaikan selamat atas keberhasilan mengikuti semua rangkaian kursus dan berpesan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang tugasnya sebagai seorang pelajar agar  memperoleh  prestasi dan perkembangan akademik yang maksimal ujarnya.

Leloni lebih jauh menjelaskan peran IT dalam dunia pendidikan masa sekarang ini sangat penting apalagi dimasa Pandemi Covid-19 diantaranya Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan, Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan dan  Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan. Kegiatan kursus komputer gratis  yang dilaksanakan oleh dinas yang dipimpinnya untuk membantu siswa-siswi Sekolah Dasar menyesuaikan diri dalam  kemajuan IPTEK tersebut  pungkasnya.

Kepala Dinas berharap kepada peserta kursus komputer tahap 3 yang berjumlah 70 dari  sepuluh sekolah dapat mengikuti semua materi yang disampaikan oleh intruktur dengan baik agar memperoleh ilmu dan keterampilan sesuai progress yang sudah ditetapkan. Ia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Instruktur yang juga pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Barito Timur atas loyalitas dan pengabdian yang diberikan melalui layanan yang maksimal kepada kursus komputer ujarnya.

Disela-sela memberikan sambutan Kadis PKD memberikan kuis kepada siswa peserta kursus komputer dengan menanyakan siapa nama Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur.  Siapa yang dapat menjawab dengan tepat akan diberi hadiah,  namun tidak ada yang dapat menjawab secara tepat dan lengkap.

Sementara itu Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Barito Timur  yang juga Ketua Panitia Pelaksana  H. Supadi, S.Sos, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa kursus computer gratis ini merupakan implementasi dari Program Indonesia Pintar IT. Ia berharap dengan kegiatan ini dapat lebih memotivasi siswa jenjang Sekolah Dasar untuk menguasai IT dan menunjang tugas pokoknya sebagai pelajar sehingga  kedepan tidak ada lagi siswa-siswi kita yang gaptek harapnya. (Lim).

BUPATI BARTIM: KAJI BANDING, PENCERAHAN UNTUK KADES & PENGURUS BUMDES

SAMBUTAN- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas saat memberikan sambutan pada acara kunjungan kerja di Kabupaten Sukamara, Kamis (19/5).

TAMIANG LAYANG- Kunjungan kerja (kaji  banding) Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas bersama dengan Tim Ekonomi Kerakyaatan, Camat, Kepala Desa dan Pengurus BUMDes ke Kabupaten Kotawaringin Timur, Lamandau dan Sukamara bukan tanpa tujuan. Orang Nomor Satu di Gumi Jari Janang Kalalawah ini berharap dengan kaji banding tersebut dapat membuka lebar-lebar wawasan dan pengetahuan para Kepala Desa dan Pengurus BUMDes di Kabupaten Barito Timur.

“Tujuan studi banding (kaji banding) ini untuk memberikan pencerahan kepada Kepala Desa dan Pengurus BUMDes di Kabupaten Barito Timur, agar bertambah wawasannya,” terang Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas yang berhasil dikonfirmasi MMC Bartim, jumat (20/5) pagi.

POSE BERSAMA- Usai kegiatan rombongan kunjungan kerja dari Barito Timur di pimpin oleh Bupati Bartim Ampera AY Mebas menyempatkan diri foto besama dengan Bupati Sukamara dan jajarannya.

Dengan melihat langsung atau belajar langsung, Bupati Bartim dua periode ini berharap wawasan para Kepala Desa dan Pengurus BUMDes bisa terbuka lebar-lebar dan bisa membuka usaha, meniru dan mengembangkan usaha BUMDes dengan baik.

“Setelah studi banding ini diharapkan bisa memberi motivasi Kepala Desa dan Pengurus BUMDes untuk menggali potensi dan menggembangkan usaha sesuai potensi yang ada di desa masing-masing,” harap Ampera.

Lebih jauh Bupati Bartim menjelaskan rencananya akan ada 4 (empat) kecamatan di Bartim akan mendirikan bumdesmart, dan akan disusul oleh 4 kecamatan mendirikan usaha bumdes bersama. “Kalau di desanya penghasil karet, BUMDesnya bisa jual beli karet, kalau di desanya penghasil gabah silahkan jual beli gabah dan seterusnya. Silahkan bangun BUMDes sesuai potensi desa,” jelas Bupati Bartim.(cak)

BUMDES DIHARAPKAN MENJADI SUMBER PENDAPATAN ASLI DESA

FOTO BERSAMA- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas foto bersama dengan Bupati Sukamara Windu Subagio dan para pejabat dari Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Barito Timur.

TAMIANG LAYANG – Bupati Barito Timur  Ampera AY Mebas berharap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi sumber pendapatan asli desa. Agar menjadi sumber pendapatan yang mampu menopang pendapan asli desa, BUMDes yang didirikan oleh Pemerintah Desa harus memiliki berbagai jenis usaha dan mampu meningkatkan perekonomian di desa.

Guna mewujudkan hal tersebut Bupati Barito Timur bersama dengan Tim Ekonomi Kerakyatan dan sejumlah Kepala Desa serta pengurus BUMDes melakukan kungjungan kerja ke Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara.

 “Dari kunjungan kerja ini kita berharap BUMDes bisa bersaing dan bergerak maju, serta mampu menjadi sumber pendapatan asli desa,” terang Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas kepada MMC Bartim, Jumat (20/5).

Dijelaskan Ampera, BUMDes perlu dilibatkan dalam transformasi ekonomi di desa sebagai salah satu sarana pendorong ekonomi pedesaan. BUMDes juga perlu bertransformasi merambah pasar-pasar global dan ekspor.

“Presiden Ri Joko Widodo telah menyampaikan itu saat rapat koordinasi BUMDes beberapa waktu lalu,” papar Ampera.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Tabalong ini menegaskan, pihaknya terus berupaya mendorong masyarakat untuk membangun dan menjadikan desa sebagai basis kegiatan ekonomi yang produktif yang memacu pertumbuhan usaha-usaha baru yang dibutuhkan di masyarakat.

Usaha itu bisa bergerak di sektor pertanian, perindustrian, konstruksi, pertambangan, produk UMKM maupun lainnya. Salah satu desa di Kabupaten Barito Timur telah membuat kemajuan dengan membuat BUMDes Mart.

“Saya juga berharap agar apa yang didapati di Kabupaten Sukamara ini bisa menjadi bahan informasi dan pengetahuan untuk mengembangkan BUMDes di Kabupaten Barito Timur,” jelas Bupati Bartim dua periode ini.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur juga akan mendorong BUMDes yang ada di Kabupaten Barito Timur untuk bisa bekerjasama dengan pihak-pihak perusahaan yang yang ada di wilayah setempat.

“Di Kabupaten Barito Timur juga akan segera terbentuk BUMDes Bersama,” jelas Ampera AY Mebas.

Kunjungan kerja kaji banding Pemerintah Kabupaten Barito Timur dipimpin langsung Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas didampingi sejumlah kepala dinas dan kepala desa dan pengurus BUMDes. Bupati Ampera AY Mebas diterima langsung Bupati Sukamara Windu Subagio beserta jajarannya.(cak)

PRAKTIS,MUDAH & CEPAT, WARGA APRESIASI PELAYANAN TILANG KEJARI BARTIM

PELAYANAN TILANG ELEKTRONIK- Pelayanan tilang yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Barito Timur dinilai masyarakat sangat praktis, muda dan baik.

TAMIANG LAYANG – Pelayanan tilang yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Barito Timur dinilai masyarakat sangat praktis. Tak hanya praktis pelayanan tilang itu juga mudah dan baik. Demikian diungkapkan oleh  Likatno (45) warga Desa Siong, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Dia pun mengapresiasi pelayanan tilang yang diberikan Kejaksaan Negeri Barito Timur.

“Pelayanannya praktis, mudah dan pelayanannya baik,” kata Likatno kepada sejumlah wartawan baru-baru ini. Menurutnya, petugas tilang memberikan penjelasan yang cukup mudah dipahami. Ketika persyaratan yang diminta lengkap maka bukti tilang baik berupa SIM maupun STNK akan diserahkan petugas.

“Saya pertama kali ini kena tilang. Sebelumnya sudah diberi informasi saat ditilang petugas akan ada kode Briva pembayaran dan setelah membayar lewat ATM BRI atau yang tidak mempunyai ATM BRI maka langsung membayar di Bank BRI dan bukti bayarnya dibawa untuk pengurusan tilang di Kejari Bartim,” jelasnya Likatno.

Dia juga menegaskan tidak ada biaya atau pembayaran lain selain membayar denda tilang elektronik dan biaya denda yang dibayarkan melalui perbankan sama dengan biaya yang diputuskan PN Tamiang Layang.

Hal serupa juga disampaikan warga Kabupaten Barito Timur lainnya, Reno (34). Menurutnya, pelayanan yang diberikan tidak memakan waktu lama, bahkan hanya beberapa menit saja jika sudah memiliki bukti pembayaran denda tilang.

“Tadi pelayanannya sebentar saja. Sesudah menyerahkan bukti pembayaran denda tilang dan dimasukkan ke dalam komputer tadi bukti STNK sudah bisa diambil,” terang Reno.

Kajari Barito Timur Daniel Panannangan melalui Kasi Intelijen Angga Saputra menjelaskan, Kejaksaan Negeri Barito Timur tidak lagi menerima pembayaran denda tilang secara tunai.

“Pembayaran secara non tunai, jika persyaratan sudah dilengkapi maka pengambilan bukti tilang diproses,” kata Angga.

Petugas juga bisa memberikan informasi berkaitan tilang bagi masyarakat yang membutuhkan informasi berkaitan informasi tilang seperti besaran denda tilang, proses tilang dan lainnya.

Diakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, Kejaksaan Negeri Barito Timur terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan publik yang juga harus ditunjang dengan fasilitas publik yang memadai.

Oleh karena itu, Kejaksaan Negeri Barito Timur juga memperhatikan fasilitas publik guna meningkatkan rasa nyaman bagi masyarakat seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan pelayanan lainnya.(cak)