BUPATI BARTIM IKUTI RAKOR PENANGGULANGAN BANJIR

BUPATI BARTIM IKUTI RAKOR PENANGGULANGAN BANJIR

RAPAT -Bupati Ampera AY Mebas dan Forkopimda Kabupaten Barito Timur  mengikuti Rakor Penanggulangan Banjir di Kalimantan Tengah secara virtual dengan BNPB di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, baru-baru ini.
RAPAT -Bupati Ampera AY Mebas dan Forkopimda Kabupaten Barito Timur  mengikuti Rakor Penanggulangan Banjir di Kalimantan Tengah secara virtual dengan BNPB di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, baru-baru ini.

DISKOMINFOSANTIK- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas didampingi  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana banjir di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kegiatan bersama Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto secara virtual tersebut turut diikuti para kepala daerah di 13 kabupaten dan satu kota, Sabtu (20/11).

“Rapat tersebut menindaklanjuti penanggulangan bersama bencana banjir yang melanda di beberapa kabupaten di Kalteng,” sebut Bupati Barito Timur kepada sejumlah wartawan baru-baru ini.

Khusus di Kabupaten Barito Timur bencana banjir dengan adanya intensitas hujan tinggi saat ini masih belum terlihat. Akan tetapi kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim terus mendapat perhatian serius.

Antara lain, terkait dampak naiknya debit air sungai di wilayah rawan terhadap kawasan pertanian. Seperti, Pematang Karau dan Dusun Tengah.

“Kenaikan debit air terjadi, tetapi dampaknya terhadap kawasan sebagai sentra pertanian masih di data di lapangan,” timpal Kepala Dinas Pertanian Bartim, Trikorianto kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, pada musim tanam Oktober – Maret (Okmar) para petani saat ini mulai menyemai bibit meski ada yang telah mulai menanam dengan usia rendah. Antisipasi terendamnya areal pertanian dipantau langsung PPL setiap hari.

“Apabila ada yang terendam dan sampai gagal panen akan dilaporkan untuk mendapat pergantian bibit ke kementrian pusat,” sebut Trikorianto seraya mengimbau, para petani agar waspada terhadap naiknya debit air dengan memanfaatkan tanggul maupun melakukan penyemaian di lahan yang lebih tinggi. (cak/diskominfosantik)

PGP WUJUDKAN KARAKTER PELAJAR PANCASILA

PGP WUJUDKAN KARAKTER PELAJAR PANCASILA

MOTIVATOR- Pendamping Praktik Program Guru Penggerak Kabupaten Barito Timur Jeri, S.Pd saat memberikan motivasi kepada Calon Guru Pengerak di 5 (lima) Sekolah yang  dibersamai,  Senin  (22/11).
MOTIVATOR- Pendamping Praktik Program Guru Penggerak Kabupaten Barito Timur Jeri, S.Pd saat memberikan motivasi kepada Calon Guru Pengerak di 5 (lima) Sekolah yang  dibersamai,  Senin  (22/11).

DISKOMINFOSANTIK- Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran, dan pedagogik kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Salah satu Pengajar Praktik Program Guru Penggerak Angkatan IV Kabupaten Barito Timur Jeri, S.Pd pada saat berbincang dengan konributor MMC Diskominfosantik menjelaskan Pendampingan Individu Perdana Pendidikan Guru Penggerak yang dibersamainya di 5 sekolah yaitu SMPN 1 Tamiang Layang, SDN 4 Tamiang Layang, SDN 3 Jaar, SMKN 1 Raren Batuah, dan SMPN 2 Paku. Pendampingan dimulai pada tanggal 9 -17  November 2021 langsung di sekolah CGP dengan rentang waktu pendampingan pagi hari dari pukul 08.00-11.00 WIB dengan fokus pendampingan diskusi tantangan belajar daring dan  refleksi penerapan perubahan daring.

Kepala Sekolah SD Trinitas Tamiang Layang ini juga berbagi cerita selama proses pendampingan membersamai CGP sangat mengapresiasi akan daya upaya para Calon Guru Penggerak yang rata-rata punya mimpi yang sama yaitu ingin menuntun dan mewujudkan murid yang berkarakter Pancasila  dengan sepenuh hati. Hal ini sangat penting agar murid mencapai kebahagiannya untuk  memberikan kontribusi, dengan karya-karya yang berdampak luas kedepannya. “Dalam rangka mewujudkan mimpi tersebut, tentu CGP dituntut semakin lebih aktif, kreatif, dan inovatif mendidik dan mengajar murid sesuai dengan sikon dan daya dukung sekolah CGP,” ujarnya.

Kepala Sekolah yang  sangat enerjik ini  juga bebagi pengalaman bahwa  ada sedikit kendala yang di alam para peserta saat  refleksi sharing CGP yang dibersamainya, hal   esensial yang menjadi kendala belajar dan mewujudkan aksi nyata dari konsep belajar pada modul 1.1 ialah akses jaringan internet yang belum stabil dan belum merata, juga kurangnya keterlibatan seluruh guru pada ekosistem sekolah, sarana prasarana, lingkungan murid, dan  orang tua dalam pendidikan pengajaran untuk mewujudkan karakter Pelajar Pancasila.

Dari permasalahan yang dialami tadi, Ia sebagai Pengajar Praktik menuntun Calon Guru Penggerak dengan pendekatan coaching,  sehingga dari dalam diri CGP menemukan alternatif solusi akan situasi yang dialami. Dari adanya solusi yang muncul dalam proses pendampingan, maka menjadi goal yang harus di implentasikan menjadi aksi nyata,  maka capaian/praktik baik yang diupayakan berprogress menuju mimpi CGP menjadi nyata. Jeri menyakini setelah program ini selesai  semua Calon Guru Penggerak Kabupaten Barito Timur dapat menjadi agen perubahan mewujudkan Pelajar Berkarakter  Pancasila pungkasnya diakhir perbincangan. (Lim/Diskominfosantik)

P4TK IPA BANDUNG LAKSANAKAN LOKAKARYA 1

P4TK IPA BANDUNG LAKSANAKAN LOKAKARYA 1

GURU PENGGERAK- Peserta Calon Guru Penggerak antusias mengemukan pendapat pada kegiatan Lokakarya 1 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam P4TK IPA Bandung di Hotel Ade Tamiang Layang, Jumat (19/11).

DISKOMINFOSANTIK- Peserta Calon Guru Penggerak  Kabupaten Barito Timur ikuti Lokakarya 1 (satu). Kegiatan yang diselenggarkan oleh Pusat Pengembangan  dan Pemberdayaan  Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam P4TK IPA Bandung ini berpusat di Aula Hotel Ade Tamiang Layang, Jumat (19/11).

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan langkah strategis dari pemerintah Republik Indonesia dengan mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam pelaksanaannya program PGP adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru dapat menggerakkan komunitas belajar disekitarnya yang dapat mewujudkan merdeka belajar peserta didik.

Kepala PPPPTK IPA Bandung Enang Ahmadi, S.Pd., M.Pd  melalui PIC (Person In Charge)  PGP Angkatan IV  Kabupaten Barito Timur  Dani Suhadi, S.Sos  saat berbincang dengan kontributor MMC Diskominfosantik menjelaskan bahwa Pendampingan pada lokakarya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan CGP untuk menjalankan perannya, menjejaringkan CGP di tingkat kabupaten, menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh CGP, serta meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan di tingkat sekolah dan kabupaten. Agar pelaksanaan lokakarya berjalan sesuai skenario yang diharapkan perlu disusun sebuah panduan kegiatan sebagai acuan dalam pelaksanaan lokakarya.

Dani memaparkan dalam  kegiatan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan IV: Lokakarya 1  akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh PPPPTK IPA. Tujuan monev adalah untuk memastikan kegiatan lokakarya dan pendampingan terlaksana sesuai dengan ketentuan Program Pendidikan Guru Penggerak. Petugas monev adalah pejabat struktural, fungsional, dan atau pengelola anggaran yang menguasai tentang pelaksanaan Program Pendidikan Guru Penggerak ujarnya.

Admin LMS dari  P4TK IPA Bandung ini lebih jauh menyampaikan  bahwa Instrumen monev Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan alat pengumpul data yang digunakan oleh tim pada saat melaksanakan monev, instrumen yang dimaksud berupa kuesioner yang dilengkapi dengan penjelasan dan bukti. Responden monev terdiri atas pengajar praktik, panitia lokal, dan peserta Program Pendidikan Guru Penggerak pungkasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Messias, S.Pd., MS mengungkapkan bahwa guru penggerak harus mampu  memposisikan  diri sebagai teladan dalam melaksanakan proses belajar mengajar terutama dalam mengimplemantasi  pemikiran Ki Hajar Dewantara dikelas binaannya, selain itu Messias berharap dengan diadakanya  Lokakarya  1 Calon Guru Penggerak Angkatan IV Kabupaten Barito Timur   mampu mengidentifikasi potensi  diri sendiri sehingga mampu bergerak, menggerakkan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh guna mewujudkan Pelajaran Berkarakter Pancasila ujarnya  diakhir perbincangan dengan penuh harap. (Lim/Diskominfosantik)     

EKSEKUTIF & LEGISLATIF LANJUTKAN PEMBAHASAN NOTA KEUANGAN DAN RAPERDA  APBD 2022

EKSEKUTIF & LEGISLATIF LANJUTKAN PEMBAHASAN NOTA KEUANGAN DAN RAPERDA APBD 2022

RAPAT KERJA- Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur Panahan Moetar, SE, M.Si  bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Barito Timur saat mengikuti rapat kerja DPRD Kabupaten Barito Timur, Rabu (17/11).

DISKOMINFOSANTIK- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Timur kembali menggelar rapat lanjutan pembahasaan bersama, pengajuan nota keuangan dan rancangan peraturan derah Kabupaten Barito Timur, tentang APBD Tahun Anggaran 2022, Rabu (17/11).

Rapat yang digelar di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Barito Timur ini menghadirkan pihak Eksekutif yakni Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Dari pihak Eksekutif diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur Panahan Moetar, SE, M.Si dan dihadiri oleh Kepala OPD se Kabupaten Barito Timur.

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Barito Timur ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur Nur Sulistio, S.Pd.I. Dalam surat undangannya  bernomor: 005/507/DPRD/2021, tanggal 16 Nopember 2021,  Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur Nur Sulistio, S.Pd.I. membagi pembahasaan rencana kerja anggaraan Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dalam delapan sesi.

Setiap sesi ada 5 OPD yang secara bergiliran dibahas rencana kerja anggaranya. Berdasarkan undangan yang ditandatangai oleh Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, pembahasan RKA dimulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.

Sampai berita ini diturunkan pukul 14.00 WIB, rapat kerja lanjutan pembahasaan bersama, pengajuan nota keuangan dan rancangan peraturan derah Kabupaten Barito Timur, tentang APBD Tahun Anggaran 2022 masih berjalan.(cak/diskominfosantik).

DONGKRAK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, PEMKAB BARTIM SALURKAN BIBIT KARET UNTUK KELOMPOK TANI

DONGKRAK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, PEMKAB BARTIM SALURKAN BIBIT KARET UNTUK KELOMPOK TANI

CEK BIBIT KARET- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Trikorianto, SP, MM mengecek kelayakan bibit karet jenis PB-26 yang akan dibagikan kepada kelompok tani di wilayah Kabupaten Barito Timur.

DISKOMINFOSANTIK-Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus berupaya membantu mendongkrak kesejahteraan masyarakatnya. Pasalnya, upaya tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak program Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur yang dipimpin oleh  Bupati Ampera AY Mebas.

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat, Pemkab Bartim memberikan bantuan bibit karet kepada kelompok tani di Gumi Jari Janang Kakalawah ini. Bibit karet sebanyak 101.500 pohon ini  diberikan kepada 12 (dua belas) Kelompok Tani.

Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas melalui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP,MM mengatakan 101.500 pohon bibit karet unggul tersebut adalah jenis PB-260 dan dibagikan kepada 12 kelompok tani.

“Dua belas kelompok tani itu tersebar di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Paju Epat, Benua Lima, Dusun Timur, Dusun Tengah, Patangkep Tutui, dan Kecamatan Awang,” jelas  Trikorianto yang dikomfirmasi kontributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Barito Timur.  Senin, (15/11) malam.

Mantan Camat Benua Lima dan Patengkep Tutui ini menjelaskan, total lahan yang akan ditanami bibit karet seluas 203 hektare, dan merupakan program ekonomi kerakyatan Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur di bidang pertanian.

 “Bantuan disalurkan berdasarkan hasil verifikasi data melalui beberapa tahapan, kami juga sudah mengecek kondisi lahan untuk memastikan bahwa petani penerima bantuan benar-benar siap untuk mengembangkan bantuan bibit karet yang disalurkan,” papar Trikorianto.

Selain bibit, dinas pertanian juga tetap membantu kebutuhan pupuk dan obat-obatan untuk perawatan tanaman karet tersebut sehingga tanaman karet dapat berproduksi sesuai target waktu.

“Harapan kami agar benar-benar dikembangkan, ditanam, dipelihara dan nanti sesuai dengan target 5 tahun sudah bisa disadap,” terang bapak tiga anak ini.

Lebih jauh Trikorianto mengatakan, karet unggul jenis PB-260 ini di beberapa lokasi tanam sudah matang sadap pada umur 5 tahun. Karet jenis ini juga memiliki produktivitas tinggi  dan getah yang lebih banyak dibandingkan jenis lain. “Kami mengharapkan agar bantuan Pemerintah Daerah ini dikelola dengan baik agar bisa menghasilkan dan dapat mensejahterakan masyarakat yang menerimanya,” harap Trikorianto.(cak/diskominfosantik)

PGP MENGUBAH PARADIGMA DAN WAWASAN GURU

PGP MENGUBAH PARADIGMA DAN WAWASAN GURU

PENDAMPINGAN – Pengajar Praktik Program Guru Penggerak Kabupaten Barito Timur Turaini, S.Pd saat mendampingi peserta Calon Guru Pengerak di SMPN Satu Atap 1 Dusun Timur Kabupatenn Barito Timur, Senin (15/11).

DISKOMINFOSANTIK- Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan program pendidikan bagi guru yang diselenggarakan secara simultan dan serentak di seluruh Indonesia. Program PGP ini langkah strategis pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek, untuk mewujudkan guru yang berdaya dan memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik.

Rancang bangun program PGP menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama sembilan bulan. Program tersebut didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan. Untuk itu maka 70% kegiatan dilakukan dalam bentuk on-the-job training di mana guru sebagai peserta PGP tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah. Sementara, 20% kegiatan dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat dan 10% lainnya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama Instruktur, Fasilitator, dan Pengajar Praktik.

Pengajar Praktik Program Guru Penggerak Kabupaten Barito Timur      Turaini, S.Pd kala dibincangi Kontributor MMC Diskominfosantik   saat melaksanakan  pendampingan Calon Guru Penggerak SMPN Satu Atap 1 Dusun di Maragut menjelaskan,  Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Bartim sudah memasuki tahap pendampingan Individu 0 atau perdana yang dilaksanakan sebelum lokakaraya 1.

Kepala SDN Dorong ini juga menyampaikan bahwa  pola pendampingan adalah diprakarsai oleh pengajar praktik (PP) yang datang ke sekolah Calon Guru Penggerak (CGP), materi pendampingan pada PI 0 adalah diskusi PP dan CGP tentang tantangan belajar daring di LMS dan refleksi perubahan kelas yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara ujarnya. Turai juga menambahkan selama pendampingan kepada CGP Rahim, S.Pd  diskusi berjalan lancar penuh keakraban yang sangat membantu CGP dalam mengembangkan potensi dirinya dan melakukan perubahan sesuai apa yang dicita-citakan oleh Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara pungkasnya.

Peserta Calon Guru Penggerak Rahim, S.Pd sangat bersyukur terpilih untuk mengikuti program ini menurutnya banyak sekali ilmu dan wawasan bertambah setelah kurang lebih satu bulan berjalan. Ia bersyukur dalam mengikuti kegiatan ini sangat didukung oleh Kepala SMPN Satap 1 Dusun Timur Rariu, S.Pd dan semua dewan guru.

Guru yang sangat enerjik ini memaparkan bahwa PGP ini sangat membantu membentuk guru yang lebih kreatif, inovastif hal ini sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar sekarang yang mengutamakan peran serta peserta didik dalam pembelajaran. Rahim berharap kedepan banyak lagi guru Barito Timur yang ikut dalam Program Guru Penggerak ini sehingga peningkatan mutu pendidikan semakin cepat dan merata katanya bersemangat.(Lim/Diskominsantik).

AKM  LANCAR MUTU PENDIDIKAN TERJAMIN

AKM LANCAR MUTU PENDIDIKAN TERJAMIN

ANTUSIAS- Siswa SDN 1 dan SDN 2 Pasar Panas Kecamatan Benua Lima sangat antusias mengikuti Asesmen Kompentensi Nasional (AKM) jenjang Sekolah Dasar pada hari Senin, 15 Nopember 2021.

DISKONINFOSANTIK- Mutu pendidikan merupakan hasil dari proses belajar mengajar yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan kepada peserta  didik yang meliputi  literasi, numerasi dan nilai-nilai karakter. Untuk menghimpun  Informasi tersebut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tenologi meluncurkan   tiga instrumen utama yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar. Selain itu Asesemen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid, hal ini berbeda dengan UN yang mengukur kemajuan individu siswa dan syarat digunakan sebagai syarat kelulusan pada jenjang pendidikan.

Kepala UPT Diisdik Kecamatan Benua Lima  Astronot, S.Pd  saat berbincang dengan Kontributor MMC Diskominfosantik, Senin (15/11) pagi  menjelaskan Sekolah yang ada di wilayah kerjanya melaksanakan Asesmen Nasional  dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 3 (tiga) sekolah melaksanakan secara mandiri di sekolahnya masing-masing dan 8 (delapan) dilaksanakan menumpang di SMAN 1 Benua Lima dikarenakan terbatasnya fasilitas yang digunakan.

Astronot berharap perlaksanaan Asesmen Nasional dapat meningkatkan pemahaman siswa,   guru dan warga sekolah  dalam proses belajar mengajar melalui pmbelajaran literasi dan numerasi sehingga dapat meningkatkan  mutu pendidikan di Kecamatan Benua Lima  ujarnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Kepala UPT Pengawas Sekolah Kecamatan Benua Lima Yulianti, S.Pd., MM memaparkan Pelaksanaan ANBK  gelombang I tgl 15-16 secara mandiri 3 ( SDN 1 P.Panas, SDN 2 Pasar Panas dan SDN Bamban ) dan tgl 17-18 Nop  ada 8 sekolah menumpang pelaksanaannya di SMA Negeri 1 Benua Lima.

Yulianti  pengawas sekolah yang juga  ditugaskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk memantau kegiatan ini berharap agar   pelaksanaan AN secara mandiri berjalan lancar, tertib dan aman serta tidak ada kendala apapun,  Ia pun meminta dinas terkait agar kedepannya  semua SD yg ada di Benua Lima bisa melaksanakan ANBK secara mandiri dan dilengkapi  perangakat/fasilitas laptop ujarnya  penuh harap. (Lim/Diskomsantik)

DIBACKUP BIN, PUSKESMAS TALA LAKSANAKAN VAKSIN COVID-19 DI PASAR TOMENGGOENG DJAYA KARTI

DIBACKUP BIN, PUSKESMAS TALA LAKSANAKAN VAKSIN COVID-19 DI PASAR TOMENGGOENG DJAYA KARTI

VAKSIN – Tim Medis Puskesmas Tamiang Layang memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 di Pasar Tomenggoeng Djaya Karti Tamiang Layang, Senin (15/11). Ini kali kedua Puskesmas Tamiang Layang melaksanakan vaksin covid-19 di Pasar Tomenggoeng Djaya Karti.

DISKOMINFOSANTIK- Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus mengejar target vaksin  75 persen diakhir tahun 2021. Target tersebut dikejar dengan kerja keras di lapangan. Senin (15/11), Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui UPTD Puskesmas Tamiang Layang (Tala) kembali melakukan vaksin covid-19 di pusat perbelanjaan Pasar Tomenggoeng Djaya Karti Tamiang Layang. Kali ini Tim Kesehatan dari UPTD Puskesmas Tamiang Layang tak sendiri, mereka di backup oleh Tim dari Badan Intelejen Negara (BIN).

“Vaksin covid-19 kali ini kita di backup oleh Badan Intelejen Negara,” ujar Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Tamiang Layang Hedi Gunawan, S.Kep yang berhasil dibincangi contributor MMC Diskominfosntik Kabupaten Barito Timur, di lokasi vaksin covid19 Pasar Tomenggoeng Djaya Karti.

Lebih jauh Hedi menjelaskan, target vaksinasi covid-19 yang pihaknya bersama BIN laksanakan adalah 500 orang. “Kita siapkan 500 dosis vaksin jenis sinovak dan astrazaneca,” papar Hedi.

Laporan kontributor MMC Diskominfosantik menyampaikan, suasana vaksin di Pasar Tomenggoeng Djaya Karti tak seramai pada vaksin pertama pada tanggal 1 Nopember 2021 lalu. Petugas terlihat lebih santai menunggu peserta vaksin datang.

Peserta yang ikut vaksin terlebih dahulu melakukan pendaftaran di meja satu. Syaratnya pendftaran vaksin masih sama yaitu dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Setelah mendaftar di meja satu,peserta vaksin selanjutnya diteruskan ke meja dua. Di meja dua ini tim medis melakukan secrening terhadap pasien. Jika memenuhi syarat barulah pasien diteruskan ke meja tiga untuk mendapatkan suntik vaksin.

Setelah mendapaptkan suntikan vaksin pasien selanjutnya menyerahkan formulir yang diberikan petugas medis di meja tiga ke petugas di meja empat untuk diterbitkan kartu vaksinasi covid-19. Setelah kartu vaksin terbit pasien pun boleh pulang. (cak/diskominfosantik)

ENAM HARI BUKA, 54 ORANG KUNJUNGI POCADI

ENAM HARI BUKA, 54 ORANG KUNJUNGI POCADI

MEMBACA- Usai mengikuti vaksinasi covid-19 di Pasar Tomenggoeng Djaya Karti Tamiang Layang, seorang ibu rumah tangga menyempatkan diri mampir ke Pojok Baca Digital (POCADI) yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Barito Timur, Senin (15/11).

DISKOMINFOSANTIK- Minat masyarakat Kota Tamiang Layang mengunjungi Pojok Baca Digital (POCADI) cukup tinggi. Baru enam hari dibuka, pengunjung POCADI sudah mencapai 54 orang. Jumlah pengunjung POCADI ini dapat dilihat dari daftar hadir kunjungan ke perpustakaan digital tersebut.

“Terhitung dari tanggal 1 Nopember sampai tanggal 15 Nopember 2021 kita baru buka 6 hari. Jumlah pengunjung POCADI lumayan banyak,” ujar Meta Heni petugas Pojok Baca Digital yang berhasil dibincangi oleh contributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Barito Timur, Senin (15/11). Meta mengatakan usia pengunjung POCADI pun variasi dari usai remaja sampai dengan usia tua.

Apa yang disampaikan oleh Mita petuas POCADI memang benar, pantauan contributor MMC diskominfosantik, Senin (15/11) pagi pengujung POCADI tidak hanya anak-anak, tapi juga orang tua. Jika pengujung POCADI sudah bisa mengoperasionalkann computer, sudah tentu membaca buku digital melalui jaringan internet. Sedangkan pengunjung yang tidak bisa mengoperasionalkan computer lebih memilih buku cetak.

Adakah buku pertanian, nang gasan tanam sayuran,” ujar salah satu pengunjung POCADI bertanya kepada petugas menggunakan bahasa Banjar. Menanggapi pertanyaan itu Meta petugas POCADI langsung menunjukan buku yang dicari ibu rumah tangga tersebut. Wanita berjilbab ini mengaku baru saja mengikuti vaksinasi tahap 1 yang diselenggarakan oleh Puskesmas Tamiang Layang dan BIN.

Perlu diketahui Pojok Baca Digital (POCADI) sudah hadir di Kota Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur. POCADI ini  diresmikan oleh Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas di Pasar Tomenggoeng Djaya Karti, Senin (1/11) lalu. Perelengkapan POCADI ini bantuan dari Perpustakaan Nasional. Karena itu Bupati Barito Timur berharap agar masyarakat Barito Timur khususnya Tamiang Layang memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.(cak/diskominfosantik)

IKATAN GURU INDONESIA  BARTIM GELAR POP

IKATAN GURU INDONESIA BARTIM GELAR POP

KOORDINASI- Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) melakukan koordinasi pelaksanaan kegiatan Program Organisasi Penggerak dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Sabai, S.Pd, MM, baru-baru ini.

DISKOMINFOSANTIK- Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Barito Timur terus berupaya memajukan pendidikan di Kabupaten Barito Timur. Caranya dengan memulai Program Organisasi Penggerak (POP). Kegiatan ini rencananya dilaksanakan pada tanggal 14 s/d. 21 Nopember 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Sabai, S.Pd. MM yang dibincangi kontributor MMC Diskominfosantik baru-baru ini mengatakan sangat mengapresiasi dan menyambut baik  Program Organisasi Penggerak (POP) ini. Sebagai bentuk dukungan kegiatan itu,  Sabai mengatakan,  Ia sudah menerbitkan  Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur Nomor : 421.2 /2161/ SET.2 /DISDIK/2021. Sabai juga sangat berterimakasih kepada IGI yang sudah membantu Dinas Pendidikan untuk bersama-sama  memajukan dan meningkatkan  kompetensi Guru guru di Barito Timur, walaupun kegiatan POP pada  saatnya nanti telah selesai Ia berharap kegiatan peningkatan kompetensi  Guru ini tetap berkelanjutan ujarnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Barito Timur Yuli Rinawati, S.Pd., M.Pd saat dibincangi kontibutor MMC Diskominfosantik menyampaikan bahwa tujuan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan adalah menjelaskan tentang 12 sekolah sasaran, kemudian proses penyandingan dengan 3 sekolah kontrol yg tanpa mengikuti diklat  Program Organisasi Penggerak. Sehingga dapat membandingkan  bagaimana dampak dan keunggulan setelah mengikuti pelatihan. Yuli juga menambahkan  bahwa yang menjadi narasumber pada kegiatan POP ini adalah Ketua umum IGI Pusat,   Kepala Dinas pendidikan Barito Timur  dan Instruktur  Nasional dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Guru SMPN Satap 3 Paju Epat ini juga menawarkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur  kesiapan IGI melatih sekolah yang memerlukan pelatihan komputer secara gratis tanpa perlu bayar jasa trainer dengan  mendatangi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Semoga melalui Program Organisasi Penggerak (POP) ini  Pendidikan Kabupaten Barito Timur semakin  Bermutu dan Berkarakter. (Lim/diskominfosantik).