KEBERSAMAAN- Usai membuka kegiatan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Timur di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang Sabtu, (28/5), Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh foto besama dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bartim, Forkopimda, Kepala OPD serta Pengurus dan Anggota PWI Kalteng dan PWI Barito Timur.
TAMIANG LAYANG – Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas meminta wartawan di Kabupaten Barito Timur harus profesional dan bermartabat dengan bermodalkan kompetensi yang terukur. Karena dengan tampil profesional dan bermartabat serta memiliki kompetensi terukur, maka berita yang disajikan pasti baik, transparan, akutabel dan berimbang. Demikian disampaikan Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh, pada acara Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Timur di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang Sabtu, (28/5).
HADIR-Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Barito Timur saat menghadiri kegiatan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Timur di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang Sabtu, (28/5).
Bupati Barito Timur mengatakan dengan adanya wartawan yang memiliki kompetensi dan martabat yang baik maka informasi pembangunan di daerah itu akan tersampaikan dengan baik, kepada masyarakat tentu dengan tidak mengesampingkan fungsi kontrol yang melekat pada profesi wartawan.
Mantan Anggota DPRD
Kabupaten Tabalong ini menambahkan, pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Barito
Timur sangat menyambut baik kegiatan Konferensi PWI Barito Timur, karena
kegiatan ini adalah forum tertinggi organisasi di daerah itu untuk menentukan
siapa pemimpin dan arah pergerakan organisasi profesi ini untuk tiga tahun
kedepan, imbuhnya
Senada dengan Bupati
Barito Timur, Sekretaris PWI Kalteng Ika
Lelunu dalam sambutannya juga
mengingatkan supaya wartawan yang tergabung di PWI untuk selalu menjaga
martabat serta selalu meningkat kepetensi baik secara formal maupun informal,
seperti kewajiban mengikuti Uji kompetensi wartawan atau UKW, tegasnya
Sementara itu Ketua Panitia Konferensi PWI Barito Timur Anigoru dalam laporannya mengatakan konferensi PWI Barito Timur tahun ini di ikuti semua anggota PWI Bartim, meskipun kini hanya memiliki tujuh orang anggota berstatus kartu aktif, serta beberapa orang berstatus kartu habis masa berlakunya dan sedikitnya puluhan anggota muda serta calon anggota baru, katanya.
Konfirmasi PWI Barito
Timur yang digelar di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang ini di ikuti semua anggota PWI yang ada di Barito Timur tersebut di hadiri
Sekretaris PWI Kalteng Ika Lelunu beserta sejumlah pengurus ini dibuka secara
resmi oleh Wakil Bupati Barito Timur
Habib Said Abdul Saleh.Turut hadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bartim Depe, Forkompinda serta Kepala Dinas Komunikasi
Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Barito Timur Drs.Dwi Aryanto
Barito Timur.(cak)
JALAN SEHAT – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barito Timur melaksanakan Jalan Sehat dan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022.
TAMIANG
LAYANG
– Dalam
rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022. Pengurus PGRI
Kabupaten Barito Timur mengadakan
kegiatan jalan sehat, donor darah dan bakti sosial yang dimulai dengan start di halaman Kantor
Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur kemudian dilanjutkan dengan melintasi Jl. Nansarunai
– Jl. Ahmad Yani – Jl. Pramuka dan
berakhir finish di Halaman Dinas
Pendidikan dan dilanjutkan dengan pengundian doorprize Jumat (27/05).
Bupati Barito Timur Ampera A.Y. Mebas melalui Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul
Saleh dalam arahannya menyambut baik
kegiatan ini yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan menjalin
silaturahmi seluruh jajaran pengurus dan
anggota PGRI Kabupaten Barito Timur.
KEGIATAN – Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh (duduk di tengah pakai batik) saat menghadiri acara jalan sehat dan bakti sosial yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Bartim, Jumat (27/5) di Halaman Dinas Pendidikan.
Wakil Bupati Bartim berharap kegiatan semacam ini dapat dijadikan sebagai momentum dan komitmen bersama Pengurus dan Anggota PGRI Kabupaten Barito Timur untuk memberikan layanan terbaik, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan serta mewujudkankan cita-cita mulia Barito Timur Cerdas dan Berkarakter. Ia pun berkeinginan kegiatan jalan sehat ini menjadi agenda rutin dari PGRI Kabupaten Barito Timur.
Sedangkan Ketua PGRI Kabupaten Barito Timur Masa Bakti 2021 s.d. 2026
Turaini, S.Pd saat berbincang dengan kontibutor MMC Barito Timur menjelaskan
bahwa dalam rangka memperingati Hari
Pendidikan Nasional Tahun 2022 Pengurus PGRI melalui Panitia Pelaksana akan
melaksanakan rangkaian kegiatan diantaranya : Jalan Sehat, Donor Darah, Halal
Bihalal, Bakti Sosial, Kunjungan Kasih kepada Tokoh Pendidikan Kabupaten Barito
Timur serta mengumpulkan donasi bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir
ujarnya.
SEMANGAT- Para peserta tampak bersemangat mengikuti kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Bartim, Jumat (27/5).
Kepala SDN Dorong ini menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat dan bakti sosial pada hari ini diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Sabai, S.Pd., MM beserta jajarannya, Unsur Polres Barito Timur, Pengurus PGRI Kabupaten Barito Timur, Pengurus dan Anggota PGRI Cabang Se-kabupaten Barito Timur, MKKS, MGMP, SMA, SMP dan SD yang ada di kota Tamiang Layang.
Turai berharap agar semua anggota PGRI Kabupaten Barito Timur menjadikan
kegiatan ini untuk menguatkan
kebersamaan dan komitmen untuk
“Pimpin Pemulihan Bergerak Untuk Merdeka Belajar” karena Guru sangat berperan penting untuk memulihkan proses belajar mengajar setelah
hampir 2 (dua) tahun dihantam Ombak Besar Pandemi Covid-19 pungkasnya diakhir perbincangan. (Lim)
AUDIENSI- Panitia Pelaksana Pesparani Katolik Tingkat Nasional Kabupaten Barito Timur melaporkan persiapan kontingen kepada Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur (25/5).
TAMIANG LAYANG – Kabupaten Barito Timur menyatakan kesiapannya
mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani Katolik) Tingkat Nasional ke II yang akan
diselenggarakan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Oktober 2022
mendatang.
Kesiapan Barito Timur
mengikuti kegiatan Pesparani Katolik Tingkat Nasional II di Kupang tersebut diketahui setelah Pengurus Lembaga
Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) bersama Panitia Pelaksana melakukan audiensi
sekaligus melaporkan persiapan Kontingen Kabupaten Bartim ke Bupati Barito
Timur Ampera AY Mebas, di Tamiang Layang Rabu (25/5) di Rumah Jabatan Bupati
Barito Timur.
“Dalam even Pesparani
Katolik Tingkat Nasional ke II di Kota Kupang, Oktober 2022 nanti, Barito Timur
akan mewakili Kalimantan Tengah
pada dua lomba yakni Cabang
Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dan Paduan Suara Pria Dewasa Gregorian
(PSPDG),” kata Ketua LP3KD Barito Timur Eskop di Tamiang Layang Rabu (25/5)
Ia mengatakan dalam
penyiapan kontingen LP3KD telah menunjuk Panitia Pelaksana untuk melaksankan
proses audisi dan rekruitmen peserta Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) yang
tampil langsung di Kupang, NTT Oktober mendatang, dan Paduan Suara Pria Dewasa
Gregorian (PSPDG) yang dilaksankan non tatap muka secara virtual dengan mengirimkan vidio tampil utnuk dinilai
oleh dewan juri, katanya
Ditambahkan Eskop, saat
ini peserta yang akan mewakili Kalimantan Tengah itu sedang menjalani program
latihan ekstra ketat di bawah asuhan pelatih
P. Antonius Garinsingan, MSF.
P. Antonius
Garinsingan, MSF adalah ahli musik liturgy. Dia dibantu sejumlah pelatih
lainnya dan diharpakan akan bisa tampil maksimal mengharumkan nama Provinsi
Kalimantan Tengah dan Kabupaten Barito Timur.
Sementara itu Bupati
Barito Timur Ampera AY Mebas didampingi Sekretaris Daerah Panahan Moetar dalam arahannya memberikan dukungan penuh serta
apresiasi kepada LP3KD Barito Timur yang telah menyiapkan duta – duta
Nansarunai, untuk bisa mengharumkan nama daerah Barito Timur dan Provinsi
Kalimantan Tengah di kancah nasional. Orang Nomor Satu di Bartim ini pun
berharap kesempatan ini dapat dipergunakan dengan baik guna pembinaan dan pengembangan
iman serta meraih prestasi.
Bupati Bartim juga meminta agar LP3KD dan Panitia Pelaksana
dapat membuat perencanaan kegiatan yang efektif dan efisien sehingga semuannya
berjalan baik dan lancar, terutama masalah kostum tampil yang serasi dengan memadukan
kearifan lokal, kemudian mempersiapakan keberangkatan bahkan kepulangan dengan baik.(cak)
SURVEILANS KLINIS PMK- Tim dari Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Barito Timur didamping Babinkantimas, bersama-sama melakukan surveilans klinis peneyakit kuku dan mulut di wilayah Kabupaten Barito Timur baru-baru ini.
TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur
melalui Dinas Perikanan dan Perternakan (Diskanak) Kabupaten Barito Timur
bergerak cepat menyikapi adanya outbreak
(wabah) penyakit mulut dan kuku (PKM) yang
telah menyerang ternak sapi di Provinsi Jawa Timur. Diskanak Bartim langsung
melakukan sosialisasi dan surveilans klinis PMK di sejumlah desa di wilayah
Kabupaten Barito Timur. Hasilnya negatif, tidak ada ditemukan penyakit mulut
dan kuku pada hewan berkuku belah.
Kepala Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Barito Timur Mishael, S.Pi, SE, MM melalui pers rilisnya yang disampaikan kepada MMC Bartim, Rabu (25/5) memaparkan sebelum melakukan surveilans klinis PMK, jajarannya tanggal 10 Mei 2022 mengikuti rapat koordinasi pengendalian PMK se Kalimantan Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting.
SURVEILANS KLINIS PMK- Tim dari Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Barito Timur didamping Babinkantimas, bersama-sama melakukan surveilans klinis peneyakit kuku dan mulut di wilayah Kabupaten Barito Timur baru-baru ini.
“Dan untuk menindaklanjuti hasil rapat tersebut pada tanggal 11, 17 dan 19 Mei 2022 kami melakukan sosialisasi dan surveilans klinis PMK di lapangan,” terang Mishael . Lebih jauh Kadiskanak Bartim menjelaskan tanggal 11 Mei 2022 dilakukan sosialisasi dan surveilans kilnis PMK di desa Luau Jawuk pada 21 ekor ternak sapi dan menunjukkan negatif gejala PMK. Selanjutnya tanggal 17 Mei 2022 dilakukan sosialisasi dan surveilans klinis PMK di Desa Sumber Rejo Kecamatan Pematang Karau, Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah, Desa Sibung, Desa Batuah, Desa Malintut dan Desa Tangkum Kecamatan Raren Batuah. Dari hasil surveilans klinis PMK itu menunjukan gejala negatif PMK. Sedangkan tanggal 19 Mei 2022 dilakukan sosialisasi dan surveilans klinis PMK di Desa Banyu Landas Kecamatan Benua Lima sebanyak 5 ekor sapi dengan hasil surveilans menunjukkan gejala negatif PMK dan Desa Trans Siong Kecamatan Paju Epat sebanyak 59 ekor sapi juga menunjukkan gejala negatif PMK.
Meski hasil surveilans klinis PMK menunjukan negative, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur tetap mengimbau agar peternak sapi, kuda, kambing, domba, babi dan hewan berkuku belah lainnya di Kabupaten Barito Timur lebih memperhatikan kesehatan ternak, kesehatan kandang secara rutin dan kesehatan lingkungan.
Pihak Diskanak Bartim juga meminta peternak sapi, kuda, kambing, domba, babi dan hewan berkuku belah lainnya melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri di sekitar kandang dan lingkungan rumah masing-masing. “Dan yang paling penting juga , peternak tidak menjual ternak sapi, kuda, kambing, domba,babi dan hewan berkuku belah lainnya yang sakit/mati. “Ternak sapi, kuda, kambing, domba, babi dan hewan berkuku belah lainnya yang mati agar segera dikubur,” harap Mishael .(lim/cak)
Kepala DPKP Bartim: Diharapkan Mampu Memenuhi Gizi Keluarga dan Mencegah Stunting
BERHASIL- Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur berhasil mengolah lahan perkarangan yang terlantar menjadi bermanfaat dan menghasilkan sayur mayur yang segar. Sebagian sayur yang dihasilkan dijual dan sebagian lagi dikonsumsi untuk memenuhi gizi keluarga agar terhindar dari stunting.
TAMIANG LAYANG-
Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Kabupaten Barito Timur berhasil memanfaatkan lahan perkarangan. Hal ini
dibuktikan dengan keberhasilan KWT membudidayakan sayur mayur dan hasil panen cukup
memuaskan.
“Semua KWT penerima
bantuan P2L sudah berhasil memanfaatkan lahan perkarangan. Selain konsumsi
sendiri, hasilnya juga sudah dijual. Hasil
panen yang dijual masuk sebagai kas KWT yang akan digunakan sebagai modal
lanjutan untuk kegiatan P2L selanjutnya, karena bantuan P2L ini hanya diberikan
dalam 2 tahap, yang pertama tahap
penumbuhan dan tahap kedua tahap mandiri,” terang Kepala Dinas Pertanian dan
Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP, MM kepada contributor MMC
Bartim, baru-baru ini.
KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BARITO TIMUR TRIKORIANTO, SP, MM
Trikorianto menjelaskan di tahap mandiri pemerintah tidak lagi memberikan modal bantuan, sehingga diharapkan dari hasil usaha KWT didemplot itulah yang digunakan untuk keberlanjutan kegiatan P2L.
“Berdasarkan hasil
pertemuan koordinasi Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan dengan KWT, KWT tetap semangat untuk melanjutkan kegiatan
P2L selain itu mereka akan mengembangkan kegitan usaha KWT tidak hanya pada
kegiatan P2L tapi juga kegiatan pertanian lainnya,” papar Trikorianto.
Kepala Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bartim ini berharap dengan keberhasilan
KWT itu, para Ibu Rumah Tangga yang mendapatkan program P2L ini dapat terbantu
perekonomiannya dan bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga. “Dan yang paling penting
adalah membantu mencegah stunting,” jelas Trikorianto.(cak)
KEBERSAMAAN- Sekretaris DP3AKB Kabupaten Barito Timur Anda Kriselina,S.SI,Apt,M.Kes (depan paling kanan) foto bersama dengan peserta pelatihan kesehatan reproduksi baru-baru ini.
TAMIANG
LAYANG- Sekretaris DP3AKB Kabupaten Barito Timur Anda Kriselina,S.SI,Apt,M.Kes punya
cara sederhana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan
reproduksi alias kespro. Anda Kriselina mengatakan kespro merupakan awal dari
pembangunan keluarga berkualitas. Termasuk di dalamnya pencegahan anak tumbuh
pendek dan kerdil atau stunting. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris DP3AKB
Bartim saat memberikan penyuluhan kesehatan produksi di Kampung KB di wilayah
Barito Timur baru-baru ini.
Anda
Kriselina menjelaskan rumus jitu komunikasi, informasi, dan edukasi kespro
tersebut di hadapan puluhan kader dengan menyampaikan risiko-risiko kesehatan
reproduksi. Pertama, kaitannya kespro dengan penundaan usia kawin bagi remaja.
Lebih dari sekadar kesiapan ekonomi, pernikahan berkaitan erat dengan
kematangan organ-organ reproduksi. Kematangan ini berhubungan dengan kesehatan
calon ibu dan bayi ketika kelak melahirkan.
Kedua,
pernikahan muda juga sangat berisiko terjadinya kanker mulut rahim atau kanker
serviks. Hal ini terjadi akibat hubungan seksual terlalu dini. Menurutnya,
mulut rahim perempuan usia kurang dari 18 tahun masih pada fase ektropion alias
proses termuka menuju matang. Inilah yang kemudian memicu kanker mulut rahim
pada 15-20 tahun kemudian.
“Karena
itu, DP3AKB menekankan usia minimal perempuan menikah idealnya pada 21 tahun
yang dinilai sudah siap secara biologis. Perempuan menikah usia di atas 21
tahun, nikahnya sudah aman, tidak akan terjadi kanker mulut rahim,” jelas Anda.
Ketiga,
persalinan usia kurang dari 20 tahun berkaitan erat dengan stunting. Pendarahan
dan kecatatan pada kepala bayi sangat berisiko melahirkan bayi stunting. Kepala
bayi yang mengecil dengan sendirinya mempersempit volume otak dan menganggu
pertumbuhan organ lain secara optimal. Karena itu, Anda menilai upaya pencegahan
stunting terbaik adalah melalui pendewasaan usia perkawinan.
Lebih
jauh dikatakan Anda, menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting
terutama bagi para remaja. Karena pada masa remaja adalah waktu terbaik untuk
membangun kebiasaan baik terutama dalam menjaga kebersihan yang menjadi aset
sangat penting dalam jangka panjang khususnya remaja putri. Pengetahuan masalah
reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja tetapi juga bagi remaja
laki-laki juga harus mengetahui dan mengerti cara hidup dengan reproduksi yang
sehat agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah yang merugikan bagi remaja.
Menjaga
kesehatan reproduksi agar lebih sehat yaitu dengan menerapkan pola makan sehat,
olahraga serta dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen. Orang tua memiliki
peran yang sangat penting dalam kehidupan remaja, sehingga orang tua perlu
lebih intensif dalam menanamkan nilai moral yang baik kepada remaja, salah
satunya dengan menjelaskan kerugian yang ditimbulkan dari hubungan seksual
pranikah dari segala sisi dan penyakit yang dapat ditularkan dari perilaku seks
yang beresiko hingga konsekuensi dari ketidaksiapan mental yang finansial dalam
memulai kehidupan berumah tangga akibat kehamilan yang tidak terencana.
Orang
tua juga perlu menyaring sumber informasi agar pengetahuan yang diberikan
kepada remaja akurat dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan pada remaja,
dengan prinsip kasih sayang dan keterbukaan agar remaja akan merasa lebih
nyaman dan membuka dirinya dalam membicarakan masalahnya terkait kesehatan
reproduksi.
“Mari
kita pandu anak-anak remaja kita dengan memberikan informasi yang tepat agar
mereka tidak salah melangkah dalam soal seks dan kesehatan reproduksinya,”
harap Anda.(cak)
FOTO BERSAMA-Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Juri dan Panitia foto bersama setelah pembukaan Festival Tumet Leut bagi siswa Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Barito Timur pada hari Rabu, 25 Mei 2022 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur.
TAMIANG LAYANG-Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Dinas
Pendidikan Kabupaten Barito Timur melaksanakan Festival Tumet Leut bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten
Barito Timur pada Rabu, 25 Mei 2022 di
Tamiang Layang. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan
Kabupaten Barito Timur itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan,
Sabai, S.Pd., M.M., didampingi oleh Kepala Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Valentina Lovina Tanate, S.Pd, M.Hum.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur
Sabai, S.Pd., MM dalam sambutannya menjelaskan
bahwa Tumet Leut merupakan Budaya bernyanyi/ bertutur dengan menggunakan Bahasa
Pangunraun (Sastra Kuno Dayak Maayan), dinyanyikan atau dituturkan acara
kematian, penyembuhan orang sakit maupun pada acara pemenuhan hukum adat
perkawainan Dayak Maanyan untuk
menyampaikan petuah-petuah yang bijak . Seni ini tidak hanya menyajikan
keindahan nada tetapi juga menyajikan keindah bertutur yang sangat menjunjung
tinggi nilai sopan santun.
Sabai berpesan kepada 22 orang peserta festival
tumet leut yang berasal dari Siswa SMP
di Kabupaten Barito Timur agar dapat mengeksplore kemampuannya dengan maksimal karena sastra lisan tumet leut harus dikembangkan dan dilestarikan. Peserta kegiatan
diimbau untuk terus menggali ilmu tentang sastra lisan tumet leut agar tidak terlupakan atau punah pada masa yang akan
datang ujarnya.
MENUNGGU- Para Peserta Festival Tumet Leut se-Kabupaten Barito Timur, sabar menuggu kegiatan festival yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur (25/5).
Orang nomor satu di Dinas Pendidikan ini juga memaparkan agar peserta festival memahami perannya kedepan setelah kegiatan yaitu harus bangga karena berkesempatan untuk melestarikan budaya sastra lisan tumet leut karena sekarang hanya orang tertentu dan berusia lanjut yang mampu melantunkan tumet leut, kemudian peserta harus mampu menjadi agen muda perubahan untuk mensosialisasikan dan menjadi tutor sebaya sastra lisan tumet leut kepada siswa lain harapnya.
Di akhir sambutannya Sabai
berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang
sudah memprogramkan Festival Sastra Lisan Tumet Leut bagi siswa SMP
Se-Kabupaten Barito Timur secara khusus
melibatkan Dinas Pendidikan untuk memfasilitasi kegiatan ini. Ia berharap ke depannya kerjasama
semacam ini terus ditingkatkan untuk
menggali dan melestarikan budaya lokal ujarnya.
Sedangkan Kepala Balai Bahasa Provinsi
Kalimantan Tengah Valentina Lovina Tanate, S.Pd, M.Hum. dalam sambutanya menjelaskan bahwa Festival ini merupakan salah satu kegiatan dalam program
pelindungan dan pelestarian bahasa dan sastra Kalimantan Tengah. Valentina juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito
Timur, sekolah, guru pendamping, dan juri
festival sastra lisan tumet leut demi menjaga kekayaan budaya
di Kabupaten Barito Timur.
Valentina juga berharap agar
Kegiatan Festival Tumet Leut bagi Siswa SMP se-Kabupaten Barito Timur dalam
Rangka Pelestarian dan Pendokumentasian Sastra Lisan Daerah mampu
mendokumentasikan salah satu sastra lisan yang hidup di tengah masyarakat
Kalimantan Tengah. Dari upaya pendokumentasian tersebut nantinya dapat
menguatkan dan melestarikan sastra lisan di daerah agar tidak punah. Selain itu
juga dapat meningkatkan kreativitas, apresiasi, dan rasa bangga masyarakat
Dayak Maanyan pada sastra lisan Tumet Leut
ujarnya diakhir sambutan. (Lim)
FOTO BERSAMA- Setelah kegiatan penyuluhan selesai Narasumber, Panitia dan Peserta pelatihan menyempatkan diri foto bersama.
TAMIANG
LAYANG- Perang melawan stunting terus digalakan oleh Pemerintah Kabupaten
Barito Timur. Salah satu caranya dengan melakukan penyuluhan Bina Keluarga
Balita (BKB) Emas. Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana
Kabupaten Barito Timur menyelenggarakan kegiatan penyuluhan keterampilan
pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penyuluhan ini dilaksanakan dalam
rangka mencegah stuntuing di wilayah Kabupaten Barito Timur melalui bina
keluarga balita.
“Kita telah membentuk desa lokus stunting di Kabupaten
Barito Timur. Ada 10 desa yang menjadi perhatian kami dalam penanganan stunting,”
terang Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur H.Rusdianor, S.Sos, M.AP melalui Sekretaris
DP3AKB Kabupaten Barito Timur Anda Kriselina,S.SI,Apt,M.Kes
kepada contributor MMC Bartim baru-baru ini.
Anda
Kriselina
menjelaskan 10 desa yang menjadi lokus stunting yakni Desa Bararawa, Bambulung,
Kupang Bersih, Ketab, Muara Plantau, Muru Duyung (Kec. Pematang Karau), Ampah
II, Mangkarap, Putut Tauluh dan Rodok.
Mengapa penyuluhan keterampilan pengasuhan 1000 Hari Pertama
Kehidupan perlu dilaksanakan?, Anda
Kriselina
menjelaskan penyuluhan 1000 HPK perlu dilaksanakan karena dimasa
1000 HPK sangat penting bagi
tumbuh kembang buah hati dan dapat menentukan perkembangan kecerdasan secara
jangka panjang. Tidak optimalnya perkembangan otak pada masa ini juga akan
berpengaruh terhadap kehidupan buah hati di masa depan.
“Penyuluhan
ini dilakukan karena kita ingin para orangtua
perlu memahami faktor-faktor apa yang
dapat mempengaruhi stunting. Setelah orang tua tahu maka diharapkan dapat memberikan gizi yang baik
kepada anak yang terindikasi stunting. Para Ibu-ibu juga diharapkan memberikan susu eksklusif
kepada anaknya yang terindikasi stuntingdan ASI sampai anak berusia 2 tahun. Dan yang paling penting adalah orangtua bekerja sama dalam mengasuh anak serta lakukan
pengasuhan yang baik dengan prinsip asah, asih dan asuh,” terang Anda.
Lebih jauh mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bartim dan Direktur
RSUD Tamiang Layang menjelaskan, pengasuhan
dalam keluarga menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam mencegah
dan mengatasi kejadian stunting di beberapa wilayah di Bartim. Pengasuhan yang
baik pada seribu hari pertama kehidupan sangat diperlukan. Karena ujar Anda, pondasi
utama kehidupan manusia di masa depan dapat dipengaruhi oleh pengasuhan pada
1000 Hari Pertama Kehidupan tersebut, yang dimulai sejak awal konsepsi atau
selama 270 hari masa kehamilan sampai 730 hari setelah lahir (hingga anak
berusia 2 tahun). Pada periode tersebut, terang Anda, terjadi perkembangan otak dan pertumbuhan yang
begitu cepat.
Anda
juga menambahkan kasus stunting
bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Barito Timur khususnya
DP3AKB saja, tetapi telah menjadi
tanggung jawab kita bersama, demi meningkatkan kualitas keluarga, dalam
menjalankan program pembangunan keluarga.
Dengan
terselenggaranya kegiatan penyuluhan tersebut diharapkan para peserta yang
hadir dapat memberikan pemahaman kepada para keluarga terkait tumbuh kembang
balita dan pentingnya masa 1000 hari pertama kehidupan karena keluarga
merupakan wahana utama dalam memberikan pengasuhan yang penting pada anak
sehingga orang tua yang memiliki balita dapat membantu anaknya untuk tumbuh dan
berkembang secara optimal.(cak)
PELATIHAN- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP, MM dan jajarannya foto bersama usai memberikan pelatihan P2L kepada Kelompok Wanita Tani di wilayah Kabupaten Barito Timur, baru-baru ini.
TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur
melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangagan (DPKP) Kabupaten Barito Timur terus
berupaya membantu masyarakat untuk mengatasi persoalan stunting. Salah satu
upaya dilakukan DPKP Bartim yakni dengan
meluncurkan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
“P2L adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh
kelompok masyarakat yang secara
bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara
berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan
pendapatan,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten
Barito Timur Trikorianto, SP, MM kepada contributor MMC Bartim, baru-baru ini.
Lebih jauh Trikorianto menjelaskan dasar pelaksanaan kegiatan P2L yakni Peraturan Menteri Keuangan No.9/PMK.07/2020 tentang Perubahan Pertama atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik, dan Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian Tahun Anggaran 2022.
“Sumber dana P2L TA. 2021 dan TA. 2022 dari DAK Non Fisik Bidang Ketahanan Pangan dan
Pertanian,” terang Trikorianto.
Lalu siapa dan di mana
sasaran kegiatan P2L ini?, mantan Camat Benua Lima dan Patangkep Tutui
menjelaskan sasaran program P2L yakni daerah rentan rawan pangan (sesuai Peta
Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA). Tak hanya itu sasaran P2L juga
ditujukan ke daerah stunting berdasarkan Kepmen PPN Bappenas.
“Dan yang paling penting
adalah pelaksana kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan jumlah
anggota 30 orang,” terang Trikorianto.
Kapan Kegiatan dilaksanakan? Kepala DPKP Bartim ini menjelaskan kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) di laksanakan 2 tahap. Tahap Penumbuhan, dilaksanakan mulai dari januari sd. Desember 2021, besarnya bantuan Rp. 55.000.000,00 di transfer langsung ke rekening kelompok dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima untuk dibelanjakan kebutuhan kegiatan sesuai yang tercantum dalam RKA (Rencana Kebutuhan Anggaran) yang telah disusun oleh kelompok.
Kemudian tahap pengembangan : dilaksanakan mulai januari sd. Desember
2022, besarnya bantuan Rp. 15.000.000,00 di transfer langsung ke rekening
kelompok dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima untuk
dibelanjakan kebutuhan kegiatan sesuai yang terccantum dalam RKA (Rencana
Kebutuhan Anggaran) yang telah disusun oleh kelompok.
Ditambahkan Kadis PKP Bartim ada komponen-komponen kegiatan P2L yang dilaksanakan dan terdiri dari :
Pembangunan Rumah Bibit : Rumah bibit di bangun untuk memproduksi bibit tanaman yang akan digunakan untuk penananaman di demplot KWT dan pertanaman
anggota KWT, apabila ada kelebihan produksi bibit dapat dijual dan hasilnya
digunakan sebagai kas KWT.
Pengembangan Demplot: Demplot berfungsi sebagai tempat
usaha bersama, dimana anggota KWT bekerjasama untuk melakukan
budidaya tanaman di demplot dan hasilnya digunakan sebagai kas KWT sehingga
dapat digunakan sebagai modal usaha selanjutnya.
Pertanaman di Pekarangan Anggota : Pertanaman di
Pekarangan Anggota bisa dilakukan dengan menggunakan polybag maupun di tanam
langsung di tanah pekarangan, untuk tahap penumbuhan dalam 1 tahun jumlah
polybag yang ditanam di pekarangan sebanyak 75 polybag atau 25 m2 apabila
ditanam di lahan, untuk tahap pengembangan sebanyak 90 polybag atau 30 m2 apabila
ditanam di lahan, hasil pertanaman digunakan untuk keperluan pribadi anggota
KWT dan apabila dijual hasilnya untuk penghasilan anggota KWT yang
bersangkutan.
Penanganan Pasca Panen: Hasil pasca panen bisa dijual dalam bentuk
sayuran segar maupun di olah menjadi olahan pangan.
Lalu di mana tempat pelaksanaan kegiatan P2L ini?, Kepala DPKP Bartim menjelaskan ada 8 (delapan) KWT di 8 (delapan) desa di Kabupaten Barito Timur yaitu KWT Cempaka Kelurahan Ampah Kota, KWT Harapan Bunda Desa Putai Kecamatan Dusun Tengah, KWT Pakat Jari Desa Simpang Naneng, KWT Bina Harapan Desa Kandris Kecamatan Karusen Janang, KWT Debora Kelurahan Tamiang Layang, KWT Suka Maju Desa Dorong Kecamatan Dusun Timur, KWT Batu Api Indah Lestari Desa Bentot , dan KWT Subur Baapuah Desa Kotam Kecamatan Patangkep Tutui
“Program P2L ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan Nasional yg dimulai dari tingkat rumah tangga dan penanganan stunting, juga untuk menjaga Kelestarian sumberdaya pangan lokal, untuk memenuhi kebutuhan pangan/dapur ibu rumah tanggah sehari –hari dan konservasi pangan masa depan, mengurangi/menghemat pengeluaran/belanja ibu rumah tangga, menambah penghasilan masyarakat/ibu rumah tanggah dan Pemberdayaan Kelompok Wanita Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan,” papar Trikorianto.
Pria murah senyum inipun berharap kegiatan P2L ini dapat bermanfaat dan terwujudnya pekarangan masyarakat sebagai sumber pangan dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran keluarga, menambah pendapatan keluarga dan yang paling penting adalah terwujudnya ketahanan pangan keluarga dan mengatasi stunting.(lim/cak)
DINAMIKA- Pengajar Praktik bersama Peserta Lokakarya 5 Program Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Barito Timur sedang melakukan dinamikan kelompok mengimplementasikan modul di Aula Dinas Pendidikan, Sabtu, (21/5)
TAMIANG LAYANG-Lokakarya 5 PGP Angkatan 4
Kabupaten Barito Timur adalah lanjutan upaya
transformasi menyeluruh pada satuan pendidikan CGP. Dengan adanya sharing,
input, dan dinamika dalam penyusunan visi, misi, dan program sekolah yang berdampak
kepada murid maka CGP semakin dikuatkan oleh inisiasi yang telah dilakukan akan
keberpihakan kepada murid. Kegiatan ini
diselenggarakan
luring pada tanggal 21 Mei 2022 di Aula Dinas Pendidikan
Kabupaten Barito Timur dengan pemberlakuan protokol kesehatan berjalan lancar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Barito Timur Sabai, S. Pd., MM melalui Sekretaris
Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur
Messias, S.Pd., MS yang juga Ketua Panitia dalam perbincangannya dengan
Kontributor MMC Diskominfosantik menjelaskan bahwa kegiatan lokakarya kali ini merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan
Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan (Ditjen GTK).
Messias lebih jauh memaparkan
bahwa Lokakarya 5 Program Calon Guru
Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia
masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif
dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan
pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen
transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
Untuk mendukung tercapainya
tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan
menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership)
yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional,
pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi
lain dalam pengembangan diri dan sekolah. Untuk merefleksi hasil belajar daring
CGP, maka setiap bulan dilaksanakan Lokakarya imbuhnya.
Sosok yang humoris ini merinci bahwa Untuk lokakarya 5, topik pembelajaran modul yang dibahas adalah : Refleksi Kompetensi Calon Guru
Penggerak. Berdasarkan topik tersebut, CGP dapat merefleksi diri sejauh mana
perkembangan kompetensi calon guru penggerak selama mengikuti program ini.
Adapun tujuan belajar lokakarya kali ini memuat empat poin penting yaitu:
Calon Guru Penggerak mampu mengidentifikasi kompetensi
yang sudah berkembang selama program calon guru penggerak
Calon guru penggerak mampu mengidentifikasi kompetensi
yang belum berkembang selama program calon guru penggerak.
Calon guru penggerak mampu mengidentifikasi faktor
pendukung dan faktor penghambat pengembangan kompetensi diri calon guru
penggerak
Calon guru penggerak
mampu menyusun rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak
Messias menyampaikan bahwa Dinas
Pendidikan Kabupaten Barito Timur berharap kepada semua peserta CGP Angkatan 4
Kabupaten Barito Timur dapat mengenali komptensi dirinya dan membuat rencana aksi nyata 3
bulan kedepan guna memaksimalkan kemampuan sebagai pemimpin pembelajaran
tegasnya diakhir perbincangan. (Lim).