BUPATI BARTIM : WARTAWAN HARUS PROFESIONAL DAN BERMARTABAT

KEBERSAMAAN- Usai membuka kegiatan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Timur di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang Sabtu, (28/5), Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh foto besama dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bartim, Forkopimda, Kepala OPD serta Pengurus dan Anggota PWI Kalteng dan PWI Barito Timur.

TAMIANG LAYANG –  Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas  meminta wartawan di Kabupaten Barito Timur harus profesional dan bermartabat dengan bermodalkan kompetensi yang terukur. Karena dengan tampil profesional dan bermartabat serta memiliki kompetensi terukur, maka berita yang disajikan pasti baik, transparan, akutabel dan berimbang. Demikian disampaikan  Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh, pada acara Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Timur di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang Sabtu, (28/5).

HADIR-Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Barito Timur saat menghadiri kegiatan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Timur di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang Sabtu, (28/5).

Bupati Barito Timur mengatakan dengan adanya wartawan yang memiliki kompetensi dan martabat yang baik maka informasi pembangunan di daerah itu akan tersampaikan dengan baik,  kepada masyarakat tentu dengan tidak mengesampingkan fungsi kontrol yang melekat pada profesi wartawan.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Tabalong ini menambahkan, pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Barito Timur sangat menyambut baik kegiatan Konferensi PWI Barito Timur, karena kegiatan ini adalah forum tertinggi organisasi di daerah itu untuk menentukan siapa pemimpin dan arah pergerakan organisasi profesi ini untuk tiga tahun kedepan, imbuhnya

Senada dengan Bupati Barito Timur, Sekretaris  PWI Kalteng Ika Lelunu  dalam sambutannya juga mengingatkan supaya wartawan yang tergabung di PWI untuk selalu menjaga martabat serta selalu meningkat kepetensi baik secara formal maupun informal, seperti kewajiban mengikuti Uji kompetensi wartawan atau UKW, tegasnya

Sementara itu  Ketua Panitia Konferensi PWI Barito Timur Anigoru dalam laporannya mengatakan konferensi PWI Barito Timur tahun ini di ikuti semua anggota PWI Bartim, meskipun kini hanya memiliki tujuh orang anggota berstatus kartu aktif, serta beberapa orang berstatus kartu habis masa berlakunya dan sedikitnya puluhan anggota muda serta  calon anggota baru, katanya.

Konfirmasi PWI Barito Timur yang digelar di Aula Hotel Indra Jaya Tamiang Layang  ini di ikuti semua anggota PWI  yang ada di Barito Timur tersebut di hadiri Sekretaris PWI Kalteng Ika Lelunu beserta sejumlah pengurus ini dibuka secara resmi oleh  Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh.Turut hadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bartim Depe,  Forkompinda serta Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Barito Timur Drs.Dwi Aryanto Barito Timur.(cak)

RAYAKAN HARDIKNAS, PGRI KABUPATEN BARITO TIMUR GELAR JALAN SEHAT & BAKTI SOSIAL

JALAN SEHAT – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barito Timur melaksanakan Jalan Sehat dan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022.

TAMIANG LAYANG – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022. Pengurus PGRI Kabupaten Barito Timur  mengadakan kegiatan jalan sehat, donor darah dan bakti sosial  yang dimulai dengan start di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur  kemudian dilanjutkan dengan melintasi    Jl. Nansarunai – Jl. Ahmad Yani – Jl. Pramuka  dan berakhir finish di Halaman  Dinas Pendidikan dan dilanjutkan dengan pengundian doorprize Jumat (27/05).

Bupati Barito Timur Ampera A.Y. Mebas  melalui Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh  dalam arahannya menyambut baik kegiatan ini yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan menjalin silaturahmi seluruh jajaran pengurus  dan anggota PGRI Kabupaten Barito Timur.

KEGIATAN – Wakil Bupati Barito Timur Habib Said Abdul Saleh (duduk di tengah pakai batik) saat menghadiri acara jalan sehat dan bakti sosial yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Bartim, Jumat (27/5) di Halaman Dinas Pendidikan.

Wakil Bupati Bartim  berharap kegiatan semacam ini dapat dijadikan sebagai momentum dan komitmen bersama Pengurus dan Anggota PGRI Kabupaten Barito Timur untuk memberikan layanan terbaik, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan serta mewujudkankan cita-cita mulia Barito Timur Cerdas dan Berkarakter. Ia pun berkeinginan kegiatan jalan sehat ini menjadi agenda rutin dari PGRI Kabupaten Barito Timur. 

Sedangkan Ketua PGRI Kabupaten Barito Timur Masa Bakti 2021 s.d. 2026 Turaini, S.Pd saat berbincang dengan kontibutor MMC Barito Timur   menjelaskan  bahwa dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 Pengurus PGRI melalui Panitia Pelaksana akan melaksanakan rangkaian kegiatan diantaranya : Jalan Sehat, Donor Darah, Halal Bihalal, Bakti Sosial, Kunjungan Kasih kepada Tokoh Pendidikan Kabupaten Barito Timur serta mengumpulkan donasi bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir ujarnya.

SEMANGAT- Para peserta tampak bersemangat mengikuti kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Bartim, Jumat (27/5).

Kepala SDN Dorong ini menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat dan bakti sosial pada hari ini diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Sabai, S.Pd., MM  beserta jajarannya, Unsur Polres Barito Timur, Pengurus PGRI Kabupaten Barito Timur, Pengurus dan Anggota PGRI Cabang Se-kabupaten Barito Timur, MKKS, MGMP, SMA, SMP dan SD yang ada  di kota Tamiang Layang.

Turai berharap agar semua anggota PGRI Kabupaten Barito Timur menjadikan kegiatan ini  untuk menguatkan kebersamaan dan komitmen  untuk “Pimpin Pemulihan Bergerak Untuk Merdeka Belajar” karena  Guru sangat berperan penting untuk memulihkan proses belajar mengajar setelah hampir 2 (dua) tahun dihantam Ombak Besar Pandemi Covid-19  pungkasnya diakhir perbincangan. (Lim)

BARTIM SIAP IKUTI PESPARANI KATOLIK TINGKAT NASIONAL DI NTT

AUDIENSI- Panitia Pelaksana Pesparani Katolik Tingkat Nasional Kabupaten Barito Timur melaporkan persiapan kontingen kepada Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur (25/5).

TAMIANG LAYANG –  Kabupaten Barito Timur menyatakan kesiapannya mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani Katolik)  Tingkat Nasional ke II yang akan diselenggarakan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Oktober 2022 mendatang.

Kesiapan Barito Timur mengikuti kegiatan Pesparani Katolik Tingkat Nasional II di Kupang  tersebut diketahui setelah Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) bersama  Panitia Pelaksana melakukan audiensi sekaligus melaporkan persiapan Kontingen Kabupaten Bartim ke Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, di Tamiang Layang Rabu (25/5) di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur.

“Dalam even Pesparani Katolik Tingkat Nasional ke II di Kota Kupang, Oktober 2022 nanti, Barito Timur akan mewakili Kalimantan Tengah  pada  dua lomba yakni Cabang Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dan Paduan Suara Pria Dewasa Gregorian (PSPDG),” kata Ketua LP3KD Barito Timur Eskop di Tamiang Layang Rabu (25/5)

Ia mengatakan dalam penyiapan kontingen LP3KD telah menunjuk Panitia Pelaksana untuk melaksankan proses audisi dan rekruitmen peserta Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) yang tampil langsung di Kupang, NTT Oktober mendatang, dan Paduan Suara Pria Dewasa Gregorian (PSPDG) yang dilaksankan non tatap muka  secara virtual  dengan mengirimkan vidio tampil utnuk dinilai oleh dewan juri, katanya

Ditambahkan Eskop, saat ini peserta yang akan mewakili Kalimantan Tengah itu sedang menjalani program latihan ekstra ketat di bawah asuhan pelatih  P. Antonius Garinsingan, MSF.

P. Antonius Garinsingan, MSF adalah ahli musik liturgy. Dia dibantu sejumlah pelatih lainnya dan diharpakan akan bisa tampil maksimal mengharumkan nama Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Barito Timur.

Sementara itu Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas didampingi Sekretaris Daerah Panahan Moetar  dalam arahannya memberikan dukungan penuh serta apresiasi kepada LP3KD Barito Timur yang telah menyiapkan duta – duta Nansarunai, untuk bisa mengharumkan nama daerah Barito Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah di kancah nasional. Orang Nomor Satu di Bartim ini pun berharap kesempatan ini dapat dipergunakan dengan baik guna pembinaan dan pengembangan iman serta meraih prestasi.

Bupati Bartim  juga meminta agar LP3KD dan Panitia Pelaksana dapat membuat perencanaan kegiatan yang efektif dan efisien sehingga semuannya berjalan baik dan lancar, terutama masalah kostum tampil yang serasi dengan memadukan kearifan lokal, kemudian mempersiapakan keberangkatan bahkan kepulangan  dengan baik.(cak)

BARTIM BEBAS PENYAKIT MULUT DAN KUKU, PETERNAK DIMINTA TETAP WASPADA

SURVEILANS KLINIS PMK- Tim dari Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Barito Timur didamping Babinkantimas, bersama-sama melakukan surveilans klinis peneyakit kuku dan mulut di wilayah Kabupaten Barito Timur baru-baru ini.

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perikanan dan Perternakan (Diskanak) Kabupaten Barito Timur bergerak cepat menyikapi adanya outbreak (wabah) penyakit mulut dan kuku (PKM)  yang telah menyerang ternak sapi di Provinsi Jawa Timur. Diskanak Bartim langsung melakukan sosialisasi dan surveilans klinis PMK di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Barito Timur. Hasilnya negatif, tidak ada ditemukan penyakit mulut dan kuku pada hewan berkuku belah.

Kepala Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Barito Timur Mishael, S.Pi, SE, MM melalui pers rilisnya yang disampaikan kepada MMC Bartim, Rabu (25/5) memaparkan  sebelum melakukan surveilans klinis PMK, jajarannya tanggal 10 Mei 2022 mengikuti rapat koordinasi pengendalian PMK se Kalimantan Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting.

SURVEILANS KLINIS PMK- Tim dari Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Barito Timur didamping Babinkantimas, bersama-sama melakukan surveilans klinis peneyakit kuku dan mulut di wilayah Kabupaten Barito Timur baru-baru ini.

“Dan untuk menindaklanjuti hasil rapat tersebut pada tanggal 11, 17 dan 19 Mei 2022  kami melakukan sosialisasi dan surveilans klinis PMK di lapangan,” terang Mishael . Lebih jauh Kadiskanak Bartim menjelaskan  tanggal 11 Mei 2022 dilakukan sosialisasi dan surveilans kilnis PMK di desa Luau Jawuk pada 21 ekor ternak sapi dan menunjukkan negatif gejala PMK. Selanjutnya tanggal 17 Mei 2022 dilakukan sosialisasi dan surveilans klinis PMK di Desa Sumber Rejo Kecamatan Pematang Karau, Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah, Desa Sibung, Desa Batuah, Desa Malintut dan Desa Tangkum Kecamatan Raren Batuah. Dari hasil surveilans klinis PMK itu menunjukan gejala negatif PMK. Sedangkan tanggal 19 Mei 2022 dilakukan sosialisasi dan surveilans klinis PMK di Desa Banyu Landas Kecamatan Benua Lima sebanyak 5 ekor sapi dengan hasil surveilans menunjukkan gejala negatif PMK dan Desa Trans Siong Kecamatan Paju Epat sebanyak 59 ekor sapi juga menunjukkan gejala negatif PMK.

Meski hasil surveilans klinis PMK menunjukan negative, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur tetap mengimbau agar peternak sapi, kuda, kambing, domba, babi dan hewan berkuku belah lainnya di Kabupaten Barito Timur lebih memperhatikan kesehatan ternak, kesehatan kandang secara rutin dan kesehatan lingkungan.

Pihak Diskanak Bartim juga meminta peternak sapi, kuda, kambing, domba, babi dan hewan berkuku belah lainnya melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri di sekitar kandang dan lingkungan rumah masing-masing. “Dan yang paling penting juga , peternak tidak menjual ternak sapi, kuda, kambing, domba,babi dan hewan berkuku belah lainnya yang sakit/mati. “Ternak sapi, kuda, kambing, domba, babi dan hewan berkuku belah lainnya yang mati agar segera dikubur,” harap Mishael .(lim/cak)

KELOMPOK WANITA TANI BERHASIL MANFAATKAN LAHAN PERKARANGAN

Kepala DPKP Bartim: Diharapkan Mampu Memenuhi Gizi Keluarga dan Mencegah Stunting

BERHASIL- Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur berhasil mengolah lahan perkarangan yang terlantar menjadi bermanfaat dan menghasilkan sayur mayur yang segar. Sebagian sayur yang dihasilkan dijual dan sebagian lagi dikonsumsi untuk memenuhi gizi keluarga agar terhindar dari stunting.

TAMIANG LAYANG- Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur berhasil memanfaatkan lahan perkarangan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan KWT membudidayakan sayur mayur dan hasil panen cukup memuaskan.

“Semua KWT penerima bantuan P2L sudah berhasil memanfaatkan lahan perkarangan. Selain konsumsi sendiri, hasilnya juga sudah dijual.   Hasil panen yang dijual masuk sebagai kas KWT yang akan digunakan sebagai modal lanjutan untuk kegiatan P2L selanjutnya, karena bantuan P2L ini hanya diberikan dalam 2 tahap,  yang pertama tahap penumbuhan dan tahap kedua tahap mandiri,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP, MM kepada contributor MMC Bartim, baru-baru ini.

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BARITO TIMUR TRIKORIANTO, SP, MM

Trikorianto menjelaskan di tahap mandiri pemerintah tidak lagi memberikan modal bantuan, sehingga diharapkan dari hasil usaha KWT didemplot itulah yang digunakan untuk keberlanjutan kegiatan P2L.

“Berdasarkan hasil pertemuan koordinasi Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan dengan KWT,  KWT tetap semangat untuk melanjutkan kegiatan P2L selain itu mereka akan mengembangkan kegitan usaha KWT tidak hanya pada kegiatan P2L tapi juga kegiatan pertanian lainnya,” papar Trikorianto.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bartim ini berharap dengan keberhasilan KWT itu, para Ibu Rumah Tangga yang mendapatkan program P2L ini dapat terbantu perekonomiannya dan bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga. “Dan yang paling penting adalah membantu mencegah stunting,” jelas Trikorianto.(cak)

KESEHATAN REPRODUKSI JADI BEKAL CEGAH STUNTING

KEBERSAMAAN- Sekretaris DP3AKB Kabupaten Barito Timur Anda Kriselina,S.SI,Apt,M.Kes (depan paling kanan) foto bersama dengan peserta pelatihan kesehatan reproduksi baru-baru ini.

TAMIANG LAYANG- Sekretaris DP3AKB Kabupaten Barito Timur Anda Kriselina,S.SI,Apt,M.Kes punya cara sederhana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi alias kespro. Anda Kriselina mengatakan kespro merupakan awal dari pembangunan keluarga berkualitas. Termasuk di dalamnya pencegahan anak tumbuh pendek dan kerdil atau stunting. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris DP3AKB Bartim saat memberikan penyuluhan kesehatan produksi di Kampung KB di wilayah Barito Timur baru-baru ini.

Anda Kriselina menjelaskan rumus jitu komunikasi, informasi, dan edukasi kespro tersebut di hadapan puluhan kader dengan menyampaikan risiko-risiko kesehatan reproduksi. Pertama, kaitannya kespro dengan penundaan usia kawin bagi remaja. Lebih dari sekadar kesiapan ekonomi, pernikahan berkaitan erat dengan kematangan organ-organ reproduksi. Kematangan ini berhubungan dengan kesehatan calon ibu dan bayi ketika kelak melahirkan.

Kedua, pernikahan muda juga sangat berisiko terjadinya kanker mulut rahim atau kanker serviks. Hal ini terjadi akibat hubungan seksual terlalu dini. Menurutnya, mulut rahim perempuan usia kurang dari 18 tahun masih pada fase ektropion alias proses termuka menuju matang. Inilah yang kemudian memicu kanker mulut rahim pada 15-20 tahun kemudian.

“Karena itu, DP3AKB menekankan usia minimal perempuan menikah idealnya pada 21 tahun yang dinilai sudah siap secara biologis. Perempuan menikah usia di atas 21 tahun, nikahnya sudah aman, tidak akan terjadi kanker mulut rahim,” jelas Anda.

Ketiga, persalinan usia kurang dari 20 tahun berkaitan erat dengan stunting. Pendarahan dan kecatatan pada kepala bayi sangat berisiko melahirkan bayi stunting. Kepala bayi yang mengecil dengan sendirinya mempersempit volume otak dan menganggu pertumbuhan organ lain secara optimal. Karena itu, Anda menilai upaya pencegahan stunting terbaik adalah melalui pendewasaan usia perkawinan.

Lebih jauh dikatakan Anda, menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja. Karena pada masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik terutama dalam menjaga kebersihan yang menjadi aset sangat penting dalam jangka panjang khususnya remaja putri. Pengetahuan masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja tetapi juga bagi remaja laki-laki juga harus mengetahui dan mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah yang merugikan bagi remaja.

Menjaga kesehatan reproduksi agar lebih sehat yaitu dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga serta dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan remaja, sehingga orang tua perlu lebih intensif dalam menanamkan nilai moral yang baik kepada remaja, salah satunya dengan menjelaskan kerugian yang ditimbulkan dari hubungan seksual pranikah dari segala sisi dan penyakit yang dapat ditularkan dari perilaku seks yang beresiko hingga konsekuensi dari ketidaksiapan mental yang finansial dalam memulai kehidupan berumah tangga akibat kehamilan yang tidak terencana.

Orang tua juga perlu menyaring sumber informasi agar pengetahuan yang diberikan kepada remaja akurat dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan pada remaja, dengan prinsip kasih sayang dan keterbukaan agar remaja akan merasa lebih nyaman dan membuka dirinya dalam membicarakan masalahnya terkait kesehatan reproduksi.

“Mari kita pandu anak-anak remaja kita dengan memberikan informasi yang tepat agar mereka tidak salah melangkah dalam soal seks dan kesehatan reproduksinya,” harap Anda.(cak)

KADISDIK BUKA ACARA FESTIVAL TUMET LEUT SISWA SMP SE-KABUPATEN BARITO TIMUR

FOTO BERSAMA-Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Juri dan Panitia foto bersama setelah pembukaan Festival Tumet Leut bagi siswa Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Barito Timur pada hari Rabu, 25 Mei 2022 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur.

TAMIANG LAYANG-Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur melaksanakan Festival Tumet Leut bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Barito Timur pada Rabu,      25 Mei  2022  di Tamiang Layang. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Sabai, S.Pd., M.M., didampingi oleh Kepala  Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah  Valentina Lovina Tanate, S.Pd, M.Hum.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Sabai, S.Pd., MM dalam sambutannya  menjelaskan bahwa Tumet Leut merupakan Budaya bernyanyi/ bertutur dengan menggunakan Bahasa Pangunraun (Sastra Kuno Dayak Maayan), dinyanyikan atau dituturkan acara kematian, penyembuhan orang sakit maupun pada acara pemenuhan hukum adat perkawainan Dayak Maanyan  untuk menyampaikan petuah-petuah yang bijak . Seni ini tidak hanya menyajikan keindahan nada tetapi juga menyajikan keindah bertutur yang sangat menjunjung tinggi nilai sopan santun.

Sabai berpesan kepada 22 orang peserta festival tumet leut yang berasal dari  Siswa SMP di Kabupaten Barito Timur agar dapat mengeksplore kemampuannya  dengan maksimal karena  sastra lisan tumet leut harus dikembangkan dan dilestarikan. Peserta kegiatan diimbau untuk terus menggali ilmu tentang sastra lisan tumet leut agar tidak terlupakan atau punah pada masa yang akan datang ujarnya.

MENUNGGU- Para Peserta Festival Tumet Leut se-Kabupaten Barito Timur, sabar menuggu kegiatan festival yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur (25/5).

Orang nomor satu di Dinas Pendidikan ini juga memaparkan agar peserta festival memahami perannya kedepan setelah kegiatan yaitu  harus bangga karena  berkesempatan untuk melestarikan budaya  sastra lisan tumet leut karena sekarang hanya orang tertentu dan berusia lanjut yang mampu melantunkan tumet leut, kemudian peserta harus  mampu menjadi agen muda perubahan untuk mensosialisasikan  dan menjadi  tutor sebaya   sastra lisan tumet leut kepada siswa lain harapnya.  

Di akhir sambutannya  Sabai  berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah memprogramkan Festival Sastra Lisan Tumet Leut bagi siswa SMP  Se-Kabupaten Barito Timur secara khusus melibatkan Dinas Pendidikan untuk memfasilitasi kegiatan  ini. Ia berharap ke depannya kerjasama semacam ini terus ditingkatkan  untuk menggali dan melestarikan budaya lokal ujarnya.

Sedangkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Valentina Lovina Tanate, S.Pd, M.Hum.  dalam sambutanya   menjelaskan  bahwa Festival ini  merupakan salah satu kegiatan dalam program pelindungan dan pelestarian bahasa dan sastra Kalimantan Tengah. Valentina  juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, sekolah, guru pendamping, dan juri  festival  sastra lisan tumet leut demi menjaga kekayaan budaya di Kabupaten Barito Timur.

Valentina  juga berharap   agar Kegiatan Festival Tumet Leut bagi Siswa SMP se-Kabupaten Barito Timur dalam Rangka Pelestarian dan Pendokumentasian Sastra Lisan Daerah mampu mendokumentasikan salah satu sastra lisan yang hidup di tengah masyarakat Kalimantan Tengah. Dari upaya pendokumentasian tersebut nantinya dapat menguatkan dan melestarikan sastra lisan di daerah agar tidak punah. Selain itu juga dapat meningkatkan kreativitas, apresiasi, dan rasa bangga masyarakat Dayak Maanyan pada sastra lisan Tumet Leut  ujarnya diakhir sambutan. (Lim)

CEGAH STUNTING MELALUI BKB EMAS, DP3AKB LAKSANAKAN PENYULUHAN KETERAMPILAN PENGASUHAN 1000 HPK

FOTO BERSAMA- Setelah kegiatan penyuluhan selesai Narasumber, Panitia dan Peserta pelatihan menyempatkan diri foto bersama.

TAMIANG LAYANG- Perang melawan stunting terus digalakan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Salah satu caranya dengan melakukan penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB) Emas. Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur menyelenggarakan kegiatan penyuluhan keterampilan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penyuluhan ini dilaksanakan dalam rangka mencegah stuntuing di wilayah Kabupaten Barito Timur melalui bina keluarga balita.

“Kita telah membentuk desa lokus stunting di Kabupaten Barito Timur. Ada 10 desa yang menjadi perhatian kami dalam penanganan stunting,” terang Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur  H.Rusdianor, S.Sos, M.AP melalui Sekretaris DP3AKB Kabupaten Barito Timur Anda Kriselina,S.SI,Apt,M.Kes kepada contributor MMC Bartim baru-baru ini.

Anda Kriselina menjelaskan 10 desa yang menjadi lokus stunting yakni Desa Bararawa, Bambulung, Kupang Bersih, Ketab, Muara Plantau, Muru Duyung (Kec. Pematang Karau), Ampah II, Mangkarap, Putut Tauluh dan Rodok.

Mengapa penyuluhan keterampilan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan perlu dilaksanakan?, Anda Kriselina menjelaskan penyuluhan 1000 HPK perlu dilaksanakan karena dimasa 1000 HPK sangat penting bagi tumbuh kembang buah hati dan dapat menentukan perkembangan kecerdasan secara jangka panjang. Tidak optimalnya perkembangan otak pada masa ini juga akan berpengaruh terhadap kehidupan buah hati di masa depan.

“Penyuluhan ini dilakukan karena kita ingin para orangtua perlu memahami faktor-faktor  apa yang dapat mempengaruhi stunting. Setelah orang tua tahu maka diharapkan dapat memberikan gizi yang baik kepada anak yang terindikasi stunting. Para Ibu-ibu juga diharapkan memberikan susu eksklusif kepada anaknya yang terindikasi stunting dan ASI sampai anak berusia 2 tahun. Dan yang paling penting adalah orangtua bekerja sama dalam mengasuh anak serta lakukan pengasuhan yang baik dengan prinsip asah, asih dan asuh,” terang Anda.

Lebih jauh mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bartim dan Direktur RSUD Tamiang Layang menjelaskan,  pengasuhan dalam keluarga menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam mencegah dan mengatasi kejadian stunting di beberapa wilayah di Bartim. Pengasuhan yang baik pada seribu hari pertama kehidupan sangat diperlukan. Karena ujar Anda, pondasi utama kehidupan manusia di masa depan dapat dipengaruhi oleh pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan tersebut, yang dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan sampai 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun). Pada periode tersebut, terang Anda,  terjadi perkembangan otak dan pertumbuhan yang begitu cepat.

Anda juga menambahkan kasus stunting bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Barito Timur khususnya DP3AKB saja,  tetapi telah menjadi tanggung jawab kita bersama, demi meningkatkan kualitas keluarga, dalam menjalankan program pembangunan keluarga.

Dengan terselenggaranya kegiatan penyuluhan tersebut diharapkan para peserta yang hadir dapat memberikan pemahaman kepada para keluarga terkait tumbuh kembang balita dan pentingnya masa 1000 hari pertama kehidupan karena keluarga merupakan wahana utama dalam memberikan pengasuhan yang penting pada anak sehingga orang tua yang memiliki balita dapat membantu anaknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.(cak)

Bantu Atasi Stunting, DPKP Bartim Galakkan Program Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari

PELATIHAN- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP, MM dan jajarannya foto bersama usai memberikan pelatihan P2L kepada Kelompok Wanita Tani di wilayah Kabupaten Barito Timur, baru-baru ini.

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangagan (DPKP) Kabupaten Barito Timur terus berupaya membantu masyarakat untuk mengatasi persoalan stunting. Salah satu upaya dilakukan DPKP Bartim  yakni dengan meluncurkan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

“P2L adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat  yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan pendapatan,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP, MM kepada contributor MMC Bartim, baru-baru ini.

Lebih jauh Trikorianto menjelaskan dasar pelaksanaan kegiatan P2L yakni Peraturan Menteri Keuangan No.9/PMK.07/2020 tentang Perubahan  Pertama atas Peraturan Menteri  Keuangan Nomor 48/PMK.07/2019  tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus  Nonfisik, dan Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan  Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian  Tahun Anggaran 2022.

“Sumber dana P2L  TA. 2021 dan TA. 2022 dari  DAK Non Fisik Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian,” terang Trikorianto.

Lalu siapa dan di mana sasaran kegiatan P2L ini?, mantan Camat Benua Lima dan Patangkep Tutui menjelaskan sasaran program P2L yakni daerah rentan rawan pangan (sesuai Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA). Tak hanya itu sasaran P2L juga ditujukan ke daerah stunting berdasarkan Kepmen PPN Bappenas.

“Dan yang paling penting adalah pelaksana kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan jumlah anggota 30 orang,” terang Trikorianto.

Kapan Kegiatan dilaksanakan? Kepala DPKP Bartim ini menjelaskan kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) di laksanakan  2 tahap. Tahap Penumbuhan, dilaksanakan mulai dari januari sd. Desember 2021, besarnya bantuan Rp. 55.000.000,00 di transfer langsung ke rekening kelompok dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima untuk dibelanjakan kebutuhan kegiatan sesuai yang tercantum dalam RKA (Rencana Kebutuhan Anggaran) yang telah disusun oleh kelompok.

Kemudian tahap pengembangan : dilaksanakan mulai januari sd. Desember 2022, besarnya bantuan Rp. 15.000.000,00 di transfer langsung ke rekening kelompok dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima untuk dibelanjakan kebutuhan kegiatan sesuai yang terccantum dalam RKA (Rencana Kebutuhan Anggaran) yang telah disusun oleh kelompok.

Ditambahkan Kadis PKP Bartim ada komponen-komponen kegiatan P2L yang dilaksanakan dan terdiri dari :

Pembangunan Rumah Bibit : Rumah bibit di bangun untuk memproduksi bibit tanaman yang akan digunakan untuk penananaman di demplot KWT dan pertanaman anggota KWT, apabila ada kelebihan produksi bibit dapat dijual dan hasilnya digunakan sebagai kas KWT.

Pengembangan Demplot: Demplot berfungsi sebagai tempat usaha bersama, dimana anggota KWT bekerjasama untuk melakukan budidaya tanaman di demplot dan hasilnya digunakan sebagai kas KWT sehingga dapat digunakan sebagai modal usaha selanjutnya.

Pertanaman di Pekarangan Anggota : Pertanaman di Pekarangan Anggota bisa dilakukan dengan menggunakan polybag maupun di tanam langsung di tanah pekarangan, untuk tahap penumbuhan dalam 1 tahun jumlah polybag yang ditanam di pekarangan sebanyak 75 polybag atau 25 m2 apabila ditanam di lahan, untuk tahap pengembangan sebanyak 90 polybag atau 30 m2 apabila ditanam di lahan, hasil pertanaman digunakan untuk keperluan pribadi anggota KWT dan apabila dijual hasilnya untuk penghasilan anggota KWT yang bersangkutan.

Penanganan Pasca Panen:  Hasil pasca panen bisa dijual dalam bentuk sayuran segar maupun di olah menjadi olahan pangan.

Lalu di mana tempat pelaksanaan kegiatan P2L ini?, Kepala DPKP Bartim menjelaskan ada 8 (delapan) KWT di 8 (delapan) desa di Kabupaten Barito Timur yaitu KWT Cempaka Kelurahan Ampah Kota, KWT Harapan Bunda Desa Putai Kecamatan Dusun Tengah, KWT Pakat Jari Desa Simpang Naneng, KWT Bina Harapan Desa Kandris Kecamatan Karusen Janang, KWT Debora Kelurahan Tamiang Layang, KWT Suka Maju Desa Dorong Kecamatan Dusun Timur, KWT Batu Api Indah Lestari Desa Bentot , dan KWT Subur Baapuah Desa Kotam Kecamatan Patangkep Tutui

“Program P2L ini bertujuan untuk  mewujudkan kemandirian  pangan Nasional yg  dimulai dari  tingkat rumah tangga dan penanganan stunting, juga untuk menjaga Kelestarian sumberdaya  pangan lokal, untuk  memenuhi  kebutuhan pangan/dapur  ibu rumah tanggah sehari –hari  dan konservasi pangan masa depan, mengurangi/menghemat  pengeluaran/belanja  ibu rumah tangga, menambah penghasilan  masyarakat/ibu rumah tanggah dan Pemberdayaan Kelompok Wanita Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan,” papar Trikorianto.

Pria murah senyum inipun berharap kegiatan P2L ini dapat bermanfaat dan terwujudnya pekarangan masyarakat sebagai sumber pangan dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran keluarga, menambah pendapatan keluarga dan yang paling penting adalah terwujudnya ketahanan pangan keluarga dan  mengatasi stunting.(lim/cak)

LOKAKARYA 5 PGP ANGKATAN 4 BARTIM BERJALAN LANCAR

DINAMIKA- Pengajar Praktik bersama Peserta Lokakarya 5 Program Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Barito Timur sedang melakukan dinamikan kelompok mengimplementasikan modul di Aula Dinas Pendidikan, Sabtu, (21/5)

TAMIANG LAYANG-Lokakarya 5 PGP Angkatan 4 Kabupaten Barito Timur adalah lanjutan upaya transformasi menyeluruh pada satuan pendidikan CGP. Dengan adanya sharing, input, dan dinamika dalam penyusunan visi, misi, dan program sekolah yang berdampak kepada murid maka CGP semakin dikuatkan oleh  inisiasi yang telah dilakukan akan keberpihakan kepada murid. Kegiatan ini  diselenggarakan luring pada tanggal  21 Mei 2022 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur dengan pemberlakuan protokol kesehatan berjalan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur  Sabai, S. Pd., MM melalui Sekretaris Dinas Pendidikan  Kabupaten Barito Timur Messias, S.Pd., MS yang juga Ketua Panitia dalam perbincangannya dengan Kontributor MMC Diskominfosantik menjelaskan bahwa  kegiatan lokakarya kali ini merupakan  episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Messias lebih jauh memaparkan bahwa Lokakarya 5   Program Calon Guru Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah. Untuk merefleksi hasil belajar daring CGP, maka setiap bulan dilaksanakan Lokakarya imbuhnya.

Sosok yang humoris ini merinci bahwa Untuk lokakarya 5, topik pembelajaran modul yang dibahas  adalah :  Refleksi Kompetensi Calon Guru Penggerak. Berdasarkan topik tersebut, CGP dapat merefleksi diri sejauh mana perkembangan kompetensi calon guru penggerak selama mengikuti program ini. Adapun tujuan belajar lokakarya kali ini memuat empat poin penting yaitu:

  • Calon Guru Penggerak mampu mengidentifikasi kompetensi yang sudah berkembang selama program calon guru penggerak
  • Calon guru penggerak mampu mengidentifikasi kompetensi yang belum berkembang selama program calon guru penggerak.
  • Calon guru penggerak mampu mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan kompetensi diri calon guru penggerak
  • Calon guru penggerak mampu menyusun rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak

Messias menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur   berharap kepada semua peserta CGP Angkatan 4 Kabupaten Barito Timur dapat mengenali komptensi dirinya dan membuat rencana aksi nyata 3 bulan kedepan guna memaksimalkan kemampuan sebagai pemimpin pembelajaran tegasnya diakhir perbincangan. (Lim).