DISBUDPARPORA TERUS BERGRILYA

DOKUMEN- Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST, MT selalu mendokumentasikan setiap kegiatan yang Ia lakukan bersama jajarannya.

DISKOMINFOSANTIK- Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur terus bergrilya. Dibawah pimpinan Forty Rickyannou, ST, MT para ASN di dinas itu mencari sasaran. Namun Forty Rickyannou dan kawan-kawan bergrilya tidak untuk berperang, mereka melanjutkan koordinasi dengan Pemerintah Desa di wilayah Kabupaten Barito Timur, yang telah mengusulkan kegiatan bidang pariwisata, kepemudaan dan olah raga serta kebudayaan pada musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kecamatan beberap waktu lalu.

“Kegiatan Dinas Budparpora hari ini (Jumat , 11/3) melanjutan koordinasi dengan Pemerintah Desa  Kupang Baru, Runggu Raya, Bantai Napu dan Ipu Mea,” terang Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST, MT kepada contributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Barito Timur, Jumat (11/3).

Forty menjelaskan kegiatan yang Ia lakukan  untuk melengkapi data base yang telah diusulkan melalui musrenbangcam. Forty mengatakan banyak sekali usulan –usulaan yang masuk dan itu menjadi tugas dari dinas yang Ia pimpin.

“Usulan yang masuk itu beragam ada bidang kepemudaan dan olahraga, bidang kebudayaan serta bidang pariwisata,” jelasnya.

Karena itu, pria murah senyum ini menerjunkan “pasukan” untuk melakukan pendataan guna memenuhi ketentuan legalitas keabsahan kepemilikan aset,  yang ditentukan oleh BPK RI.

“Dari hasil konsultasi kami dengan BPK RI Kalteng, jika prasarana yang akan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Barito Timur harus masuk data base Dinas Budparpora dan aset tesebut tercatat pada desa setempat. Untuk kebutuhan itulah kami turun ke lapangan,” terang Forty.(lim/cak/diskominfosantik)

BUDIDAYA HIDROPONIK MEDIA TANAM DARI BAMBU

BUDIDAYA HIDROPONIK MEDIA TANAM DARI BAMBU

PROMOSI- Wakil Ketua Bidang Perencanaan Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur Forty Ricyannou, ST, MT menunjukan usaha mandiri budidaya sayur sawi secara hidroponik milik Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur.

DISKOMINFOSANTIK- Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur secara perlahan mulai membangun usaha sendiri. Tujuannya untuk mengurangi kegergantunggan anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur. Salah satu usaha yang dirintis oleh Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur adalah budidaya sayur sawi  secara hidroponik menggunakan media bambu.

Wakil Ketua Bidang Perencanaan Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur Forty Ricyannou, ST, MT kepada contributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Bartim dalam pers rilisnya, Jumat (11/3) menjelaskan budidaya sayur secara hidroponik ini berlokasi di Bangi Wao Tamiang Layang.

“Lokasi usaha kami di Bangi Wao Tamiang Layang. Saat ini kami memiliki 6 modul media tanam hidroponik. Dan sudah dua kali panen,” terang Forty.

Dari setiap modul diperoleh hasil penjualan sayur sawi berkisar Rp.550 ribu hingga Rp.600 ribu rupiah. Jika rata-rata setiap modul menghasilkan Rp.500 ribu rupiah  maka dari 6 modul tersebut mendapatkan Rp.3 juta rupiah satu kali panen.

“Bisnis ini sangat prospek dan menjanjikan  untuk usaha mandiri,” ujar Forty. Wakil Ketua Bidang Perencanaan Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur ini pun mengatakan usaha ini akan ditekuni oleh Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur, sebagai sumber dana abadi bagi Pramuka untuk melaksanakan kegiatan pembinaan anak-anak.

“Bagi yang berminat silahkan membeli di sekretariat Pramuka di Bangi Wao Tamiang Layang,” kata Forty, promosi.(lim/cak/diskominfosantik).

BUMDES BERSAMA DUSUN TENGAH AKAN SEDIAKAN SAPRODI

DUKUNG- Camat Dusun Tengah Prismayandi, S.STP saat memberikan sambutan pada acara tanam perdana jagung komposit di LBBH Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).

DISKOMINFOSANTIK- Camat Dusun Tengah Prismayandi, S.STP mengatakan mendukung penuh program Ekonomi Kerakyatan Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Bentuk dukungan itu dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa  (BUMDES) Bersama di Kecamatan Dusun Tengah.

“Kita sudah sediakan tempat usaha BUMDes Bersama di Pasar Ampah Kecamatan Dusun Tengah,” terang Camat Dusun Tengah Prismayandi, S.STP dalam sambutanya pada acara tanam perdana jagung komposit di LBBH Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).

Prisma panggilan Prismayandi menjelaskan, nantinya Badan Usaha Milik Desa Bersama itu akan menjual sarana produksi (saprodi) pertanian seperti benih, pupuk, dan obat-obatan.

Selain menyampaikan dukungan terhahdap program ekonomi kerakyatan yang di buat Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Camat Dusun Tengah melalui kesempatan itu juga melaporkan kepada Bupati Barito Timur bahwa di tahun 2021 lalu tingkat produksi padi petani di Dusun Tengah mengalami penurunan. Penurunan produksi tersebut karena ketergantungan petani dengan pupuk bantuan dari pemerintah. Disampingi itu penyebab lainnya suplai pupuk bantuan pun terlambat dan tidak sesuai musim tanam.

Karena itu Camat Dusun Tengah menaruh harapan besar terhadap BUMDes Bersama untuk dapat mem bantu petani di wilayah itu, dengan cara menjadi distributor pupuk bersubsidi dan obat-obatan pertanian lainnya.(cak/diskominfosantik).

KEMARIN, 7 DESA JADI SASARAN DISBUDPARPORA

KEMARIN, 7 DESA JADI SASARAN DISBUDPARPORA

VERIFIKASI LANJUTAN-Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST., MT dan jajarannya Kamis 10 Maret 2022 kembali melanjutkan verifikasi legalitas kepemilikan lahan dan sarana wisata di wilayah Kabupaten Barito Timur.

DISKOMINFOSANTIK-Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST., MT dan jajarannya terus melengkapi data penunjang pembangunan obyek wisata di wilayah Kabupaten Barito Timur.

Kemarin, Kamis 10 Maret 2022 ada tujuh desa yang menjadi sasaran target Disbudparpora. Ketujuh desa tersebut yakni Mawani, Mantuhing, Tampolengon, Betang Nalong, Bentot, Kalamus dan Tangelanda.

“Giat verifikasi legalitas kepemilikan lahan bagi sarana wisata, situs budaya, wisata religi dan sarpras olahraga yang telah masuk data base hasil musrenbangcam terus kita lakukan,” terang Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST., MT kepada contributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Barito Timur, Kamis (10/3).

Data yang terkumpul ini nantinya, terang Forty  sebagai bahan laporan Musrenbang Tingkat Kabupaten mendatang. Sebelumya Kadis Disbudparpora juga sudah turun lapangan. Mereka melakukan verifikasi legalitas kepemilikan aset obyek wisata. Dari hasil turun lapangan itu, Disbudparpora dapat mengetahui kebutuhan real anggaran yang dialokasikan dari usulan desa .(lim/cak/diskominfosantik)

DUKUNG PROGRAM EKONOMI KERAKYATAN, KOPERASI BTS JALIN KEMINTRAAN DENGAN DINAS PERTANIAN TANAM JAGUNG KOMPOSIT

SAMBUTAN- Ketua Koperasi Bersama Tani Sejahtera Ela, SP, saat memberikan sambutan pada acara tanam perdana jagung komposit di Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).

DISKOMINFOSANTIK- Untuk mensukseskan Program Ekonomi Kerakyatan Pemerintah Kabupaten Barito Timur,  melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Koperasi Bersama Tani Sejahtera melaksanakan tanam perdana jagung komposit varietas NK 212 di Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah.

Ketua Koperasi Bersama Tani Sejahtera Ela, SP dalam sambutanya mengatakan kegiatan tanam perdana jagung komposit varietas NK212 adalah sebagai bentuk dukungan  kepada pemerintah daerah dalam bidang peningkatan program ekonomi kerakyatan.

Melalui dinas teknis terkait Pemerintah Daerah telah membuat program dan memfokuskan kawasan pengembangan jagung komposit untuk tahun 2022 di sejumlah desa yang tersebar 10  kecamatan.

“Salah satu percontohan, hari ini kita lakukan penanaman perdana jagung komposit di Desa Netampin dilahan milik pemerintah seluas kurang lebih 11 hektar,”kata Ela, Kamis (10/3).

Tak hanya itu sambung Ela, Koperasi Bersama Tani Sejahtera ditahun 2022 ini memiliki 7 program. Diantaranya, pelatihan operator  Rice milling unit (RMU) , membeli gabah dan memasarkan beras hasil prosesnya, menanam jagung komposit, mencari peluang pemasaran, hasil produksi beras dan jagung.

Selanjutnya, melakukan inisiasi dan peluang untuk menjadi distributor pupuk diBartim, mencari peluang untuk mencari benih padi dan meningkatkan hasil laboratorium beras berstandar SNI.

“Saat ini produksi beras dari hasil RMU Koperasi Bersama Tani Sejahtera Barito Timur, sudah diuji Laburaturium dan berstandar SNI medium,”ujar Ela.

Sementara itu Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas mengatakan melalui program pengembangan jagung komposit diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani lokal dengan terpenuhinya pakan ternak dalam daerah. Kemudian dampak positifnya bisa mengurangi masuknya pakan dari luar sehingga menekan harga jual beli dalam daerah atau menekan inflasi daerah.

“Pemkab Bartim sudah mendorong dan melaksanakan program ketahanan pangan sekaligus ekonomi kerakyatan melalui ternak ayam pedaging dan ayam petelur yang saat ini berlangsung hingga ke desa-desa,” pungkas Ampera.(cak/diskominfosantik)

BUPATI BARTIM MINTA USAHA KOPERASI BERSAMA TANI SEJAHTERA DIKEMBANGKAN

HASIL BUMI- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur, Camat Dusun Tengah dan Kapolsek Dusun Tengah mengkonsumsi beras hasil bumi dari petani di Kabupaten Barito Timur. Kalau Bupati Bartim saja suka kenapa anda tidak? Ayo buruan beli.

DISKOMINFOSANTIK- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas mengapresiasi berdirinya Koperasi Bersama Tani Sejahtera di Kabupaten Barito Timur. Koperasi yang dibangun oleh Pemerintah Daerah tersebut diharapkan dapat membantu para petani di Gumi Jari Janang Kalalawah ini. Caranya dengan membeli hasil pertanian milik Petani di Barito Timur, lalu mengolahnya dan memasarkan lagi dengan harga yang sewajarnya.

Saat ini berdasarkan keterangan dari Ketua Koperasi Bersama Tani Sejahtera Ela, SP  usaha yang dijalankan oleh Koperasi yang Ia pimpin diantaranya, membeli gabah petani, kemudian menggilingnya dan memasarkannya kembali. Selain itu Koperasi Bersama Tani Sejahtera juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur menanam jagung komposit varientes NK 212 dengana luas lahan kurang lebih 11 hektare.

Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas pada acara tanam perdana jagung komposit di Desa Natampin berharap Koperasi BTS terus berkembang dengan cara mengembangkan jenis usaha yang dijalankan. “Saya mengharapkan Koperasi Bersama Tani Sejahtera ini terus berkembang. Saya sudah mengusulkan dan mengupayakan ke PT Pertamina agar  Pertamina mau melayani Koperasi dan BUMDes di Barito Timur  menjual Gas LPG,” terang Ampera.

Tak hanya  Gas LPG, Orang Nomor Satu di Barito Timur ini juga berharap Koperasi dan BUMDes nantinya juga menjual barang-barang yang bersubsidi seperti pupuk dan alat-alat pertanian lainya. Mengapa harus Koperasi dan BUMDes? Ampera menjelaskan jika koperasi dan BUMDes menjual produk-produk tersebut maka harganya bisa dikontrol pemerintah dan bisa dijangkau masyarakat.

“Kalau pihak swasta harus mencari untuk yang banyak. Sedangkan keuntungan koperasi dan BUMDes bisa dikontrol,” jelas Ampera. Bupati Barito Timur pun berharap dibawah kepemimpinan Ela Koperasi Bersama Tani Sejahtera kedepannya dapat menjadi distributor pupuk di Barito Timur.(cak/diskominfosantik)

BUPATI SINGGUNG BUMDES YANG BELUM AKTIF, PUNYA DANA TAPI MASIH MENGENDAP DI REKENING

BUPATI SINGGUNG BUMDES YANG BELUM AKTIF, PUNYA DANA TAPI MASIH MENGENDAP DI REKENING

SAMBUTAN- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas saat memberikan sambutan pada acara pembukaan penanaman perdana jagung komposit di Lahan Balai Benih Holtikultura Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).

DISKOMINFOSANTIK-  Masih ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Barito Timur yang hinggga saat ini belum menggunakan dana dan masih mengendap direkening menjadi perhatian serius Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas. Orang Nomor Satu di Gumi Jari Janah Kalalawah ini meminta agar BUMDes yang belum menggunakan dananya segera manfaatkan anggaran yang tersedia. Hal tersebut disinggung Bupati Barito Timur saat memberikan sambutan pada acara pembukaan penanaman perdana jagung komposit di Lahan Balai Benih Holtikultura Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).

Ampera menjelaskan sebenarnya banyak peluang usaha yang masih terbuka di wilayah Kabupaten Barito Timur. Namun sayangnya hingga saat ini masih banyak BUMDes yang belum berjalan. Padahal, ujar Bupati Bartim, anggaran atau dana sudah diserahkan ke desa untuk usaha BUMDes, namun kenyataan masih ada  dana yang mendendap direkening.

“BUMDes mau membuka usaha pilih-pilih dulu usaha mana yang cocok. Lalu anggaran ngendap di rekening,” jelas Bupati Barito Timur dua periode ini.

Sebenarnya, ujar Ampera, ada peluang usaha yang sangat menjanjikan salah satunya kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam.

“Contoh di Desa Ketab, Pemerintah Desa membangun kandang ayam menggunakan dana BUMDes, sedangkan ayam, pakan dan obat-obatan disediakan oleh perusahaan yang bekerja sama dengan BUMDes, jadi desa mendapatkan bagi hasil dari hasil penjualan ayam tersebut,” jelas Ampera.

Selain dapat memperkerjakan penduduk setempat, kerja sama tersebut juga menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD).(cak/diskominfosantik).

BUPATI BARTIM HARAPKAN WARGA PELIHARA TERNAK YANG CEPAT MENGHASILKAN

BUPATI BARTIM HARAPKAN WARGA PELIHARA TERNAK YANG CEPAT MENGHASILKAN

SAMBUTAN- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas saat memberikan sambutan pada acara pembukaan penanaman perdana jagung komposit di Lahan Balai Benih Holtikultura Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).

DISKOMINFOSANTIK- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas meminta warga Kabupaten Barito Timur memelihara ternak yang cepat menghasilkan. Tujuannya tentu agar masyarakat cepat mendapatkan hasil dan mampu membantu perekonomian keluarganya.

Bupati Barito Timur mencontohkan ternak yang cepat menghasilkan jika dipelihara dengan benar dan telaten adalah ayam pedaging.

“Ayam pedaging diplihara 25 hari sudah bisa panen. Sedangkan ikan 6 bulan baru bisa panen, apa lagi babi dan sapi agak lambat untuk mendapatkan hasilnya,” jelas Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas dalam sambutanya pada acara kegiatan tanam perdana jagung komposit varientas NK 212 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur bersama dengan Koperasi Bersama Petani Sejahtera di Lahan Balai Benih Holtikultura (BBH) Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).

Bupati Barito Timur menjelaskan program tanam jagung komposit yang dicanangkan Pemerinatah Daerah ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ayam yang ada di Kabupaten Barito Timur. Dengan tersedianya pakan ternak di Kabupaten Barito Timur maka diharapkan akan memunculkan minat masyarakat untuk mencoba memelihara ayam yang lebih cepat menghasilkan dibandingkan ternak lain. Pasalnya harga pakan ternak yang diproduksi di Barito Timur harganya lebih terjangkau dibandingkan pakan dari luar Barito Timur.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur tahun 2022 Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur akan menanam kurang lebih 968 hektar jagung komposit. 600 hektare bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan 368 hektare menggunakan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur.(cak/las/diskominfosantik)

BUPATI BARITO TIMUR TANAM PERDANA JAGUNG KOMPOSIT DI NETAMPIN

BUPATI BARITO TIMUR TANAM PERDANA JAGUNG KOMPOSIT DI NETAMPIN

TANAM JAGUNG-Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas (paling depan) saat menanam perdana jagung komposit di Lahan BBH Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).

DISKOMINFOSANTIK- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas terus serius menjalankan program Ekonomi Kerakyatan yang menjadi visi dan misinya di Gumi Jari Janang Kakalawah ini. Bukti keseriusan itu, Kamis (10/3) Orang Nomor Satu di Kabupaten Barito Timur ini melakukan tanam perda jagung komposit di Lahan Balai Benih Holtikultura di Desa Natampin Kecamatan Dusun Tengah.

Hadir dalam acara tanam perdana jagung komposit tersebut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Timur Wahyudinor, SP, MP dan anggota, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur Trikorianto, SP, MM dan penyuluh se Kabupaten Barito Timur, Kapolsek Dusun Tengah, Kepala Desa Natampin, Perwakilan Koramil Dusun Tengah dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran Bupati Barito Timur dua periode ini ke Lahan BBH atas undangan  dari Koperasi Bersama Petani Sejahtera sebagai pihak pengelola Lahan BBH tersebut. Rangkaian kegiatan tanam perdana jagung komposit ini diawali dengan sambutan dari Ketua Koperasi Bersama Petani Sejahtera Ela, SP, kemudian sambutan dari Camat Dusun Tengah Prismayadi, S.STP, MM, disusul dengan sambutan dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Timur Wahyudinor, SP, MP dan sambutan dan arahan Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas.

Usai acara seremonial, dilanjutkan dengan melakukan penanaman perdana jagung komposit. Luas lahan tanaman jagung komposit di Desa Netampin yang dikelola oleh Koperasi Bersama Petani Sejahtera kurang lebih 2 hektare. Setelah selesai melakukan tanam perdana dilanjutkan dengan makan bersama di lokasi kegiatan. (cak/las/diskominfosantik).

FLU BABI MAKIN MERAJALELA, DISTANAKAN HIMBAU WARGA JANGAN BIARKAN TERNAK BABI BERKELIARAN

FLU BABI MAKIN MERAJALELA, DISTANAKAN HIMBAU WARGA JANGAN BIARKAN TERNAK BABI BERKELIARAN

DIKUBUR- Dua orang anak di Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur menyaksikan satu temannya sedang menggali tanah untuk mengubur babinya yang mati diduga akibat virus flu babi, Rabu (9/3).

DISKOMINFOSANTIK- Penyebaran virus african swine fever  atau demam babi di wilayah Kabupaten Barito Timur kian merajalela. Tidak hanya menyerang ternak babi di Kecamatan Awang, tapi kini sudah menyebar luas ke wilayah Kecamatan Dusun Timur, Kecamatan Benua Lima dan Kecamatan Patangkep Tutui.

Pantauan contributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Barito Timur di Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur, hampir setiap hari ada babi yang mati diduga akibat virus tersebut. Kondisi ini sangat dikhawatirkan masyarakat setempat. Pasalnya ternak babi ini memiliki nilai ekonomis yang bisa membantu perekonomian masyarakat.

Kiik (60 tahun) warga Desa Gumpa RT 03 menuturkan sudah 4 ekor  babi peliharannya mati diduga akibat ASF. Bahkan ada 2 ekor babinya saat ini sedang sakit. “Ada 4 ekor babi saya sudah mati, dua lagi sakit. babi yang sakit itu tidak mau makan,” terang Kiik.

Nenek yang memiliki 20 cucu ini pun berharap ada kunjungan dari pihak Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Barito Timur ke Desa Gumpa, tujuannya untuk memastikan penyebab babi mati di desanya.

Tak hanya Kiik, hal senada juga diungkapkan Ladi (36 tahun), Ibu tiga anak ini mengaku 1 ekor babinya sudah mati, sedangkan sisanya 13 ekor masih hidup dan saat ini sudah dikandang semuanya. “Sedih sekali rasanya babi yang mati itu betina dan sedang hamil,” ucap ibu murah senyum ini sedih.

PATUHI HIMBAUAN- Tiga anak kecil ini mematuhi himbauan dari Dinas Pertenakan dan Perikanan Kabupaten Barito Timur untuk mengubur babinya yang mati. prilaku ketiga anak ini patut dijadikan contoh bagi warga Desa Gumpa lainnya yang membuang babinya yang mati ke suangai dan semak belukar.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur Mishael,S.Pi,SE.,MM yang berhasil dikonfirmasi contributor MMC Diskominfosantik  meminta kepada masyarakat untuk mengandangkan babinya yang masih hidup. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan juga meminta kandang babi dan di sekitar kandang babi agar disemprot desinfektan atau menggunakan bayclin dengan perbandingan 1 : 9.

Selain itu Mishael juga berharap agar masyarakat tidak menjual babi yang sakit ke luar desa/daerah, serta ikut menjaga lalu lintas ternak dan ternak yang sakit agar diisolasi/kandang.“Babi yang mati agar dikubur, jangan dibuang ke sungai,” harap Mishael.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur ini pun akan memerintahkan Petugas Kesehatan hewan untuk melakukan investigasi di lapangan, guna memastikan apakah babi yang mati memang terjangkit ASF atau tidak

Sekedar diketahui demam babi  mulai menyerang babi pertama kali di desa Wilayah Kecamatan Awang. Kasus ini mulai terdeteksi setelah terjadi banyak kematian ternak babi di Desa Tangkan dan Desa Ampari beberapa waktu lalu.

Kematian babi itu diduga kuat akibat Virus African Swine Fever (ASF). ASF   merupakan penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Virus ini juga sangat tahan hidup di berbagai lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.

Babi yang terserang ASF menunjukkan gejala demam tinggi, kemerahan pada kulit terutama moncong dan telinga, sesak nafas, nafsu makan hilang, kejang-kejang dan pada akhirnya mengalami kematian. (cak/diskominfosantik)