DOKUMEN- Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST, MT selalu mendokumentasikan setiap kegiatan yang Ia lakukan bersama jajarannya.
DISKOMINFOSANTIK- Dinas
Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur terus bergrilya.
Dibawah pimpinan Forty Rickyannou, ST, MT para ASN di dinas itu mencari
sasaran. Namun Forty Rickyannou dan kawan-kawan bergrilya tidak untuk berperang,
mereka melanjutkan koordinasi dengan Pemerintah Desa di wilayah Kabupaten
Barito Timur, yang telah mengusulkan kegiatan bidang pariwisata, kepemudaan dan
olah raga serta kebudayaan pada musyawarah perencanaan pembangunan tingkat
kecamatan beberap waktu lalu.
“Kegiatan Dinas Budparpora hari
ini (Jumat , 11/3) melanjutan koordinasi dengan Pemerintah Desa Kupang Baru, Runggu Raya, Bantai Napu dan Ipu
Mea,” terang Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten
Barito Timur Forty Rickyannou, ST, MT kepada contributor MMC Diskominfosantik
Kabupaten Barito Timur, Jumat (11/3).
Forty menjelaskan kegiatan yang
Ia lakukan untuk melengkapi data base
yang telah diusulkan melalui musrenbangcam. Forty mengatakan banyak sekali
usulan –usulaan yang masuk dan itu menjadi tugas dari dinas yang Ia pimpin.
“Usulan yang masuk itu beragam
ada bidang kepemudaan dan olahraga, bidang kebudayaan serta bidang pariwisata,”
jelasnya.
Karena itu, pria murah senyum ini
menerjunkan “pasukan” untuk melakukan pendataan guna memenuhi ketentuan
legalitas keabsahan kepemilikan aset, yang ditentukan oleh BPK RI.
“Dari hasil konsultasi kami
dengan BPK RI Kalteng, jika prasarana yang akan dibangun menggunakan APBD Kabupaten
Barito Timur harus masuk data base Dinas Budparpora dan aset tesebut tercatat
pada desa setempat. Untuk kebutuhan itulah kami turun ke lapangan,” terang
Forty.(lim/cak/diskominfosantik)
PROMOSI- Wakil Ketua Bidang Perencanaan Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur Forty Ricyannou, ST, MT menunjukan usaha mandiri budidaya sayur sawi secara hidroponik milik Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur.
DISKOMINFOSANTIK- Pengurus
Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur secara perlahan mulai membangun usaha
sendiri. Tujuannya untuk mengurangi kegergantunggan anggaran dari Pemerintah
Daerah Kabupaten Barito Timur. Salah satu usaha yang dirintis oleh Pengurus
Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur adalah budidaya sayur sawi secara hidroponik menggunakan media bambu.
Wakil Ketua Bidang
Perencanaan Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Barito Timur Forty Ricyannou,
ST, MT kepada contributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Bartim dalam pers
rilisnya, Jumat (11/3) menjelaskan budidaya sayur secara hidroponik ini berlokasi
di Bangi Wao Tamiang Layang.
“Lokasi usaha kami di
Bangi Wao Tamiang Layang. Saat ini kami memiliki 6 modul media tanam hidroponik.
Dan sudah dua kali panen,” terang Forty.
Dari setiap modul
diperoleh hasil penjualan sayur sawi berkisar Rp.550 ribu hingga Rp.600 ribu
rupiah. Jika rata-rata setiap modul menghasilkan Rp.500 ribu rupiah maka dari 6 modul tersebut mendapatkan Rp.3
juta rupiah satu kali panen.
“Bisnis ini sangat prospek
dan menjanjikan untuk usaha mandiri,”
ujar Forty. Wakil Ketua Bidang Perencanaan Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten
Barito Timur ini pun mengatakan usaha ini akan ditekuni oleh Pengurus Kwarcab
Pramuka Kabupaten Barito Timur, sebagai sumber dana abadi bagi Pramuka untuk
melaksanakan kegiatan pembinaan anak-anak.
“Bagi yang berminat
silahkan membeli di sekretariat Pramuka di Bangi Wao Tamiang Layang,” kata
Forty, promosi.(lim/cak/diskominfosantik).
DUKUNG- Camat Dusun Tengah Prismayandi, S.STP saat memberikan sambutan pada acara tanam perdana jagung komposit di LBBH Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).
DISKOMINFOSANTIK- Camat Dusun
Tengah Prismayandi, S.STP mengatakan mendukung penuh program Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Bentuk dukungan itu dengan mendirikan Badan
Usaha Milik Desa (BUMDES) Bersama di
Kecamatan Dusun Tengah.
“Kita sudah sediakan tempat usaha
BUMDes Bersama di Pasar Ampah Kecamatan Dusun Tengah,” terang Camat Dusun
Tengah Prismayandi, S.STP dalam sambutanya pada acara tanam perdana jagung
komposit di LBBH Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).
Prisma panggilan Prismayandi menjelaskan,
nantinya Badan Usaha Milik Desa Bersama itu akan menjual sarana produksi (saprodi) pertanian seperti benih,
pupuk, dan obat-obatan.
Selain menyampaikan dukungan terhahdap
program ekonomi kerakyatan yang di buat Pemerintah Kabupaten Barito Timur,
Camat Dusun Tengah melalui kesempatan itu juga melaporkan kepada Bupati Barito
Timur bahwa di tahun 2021 lalu tingkat produksi padi petani di Dusun Tengah
mengalami penurunan. Penurunan produksi tersebut karena ketergantungan petani
dengan pupuk bantuan dari pemerintah. Disampingi itu penyebab lainnya suplai
pupuk bantuan pun terlambat dan tidak sesuai musim tanam.
Karena itu Camat Dusun Tengah
menaruh harapan besar terhadap BUMDes Bersama untuk dapat mem bantu petani di
wilayah itu, dengan cara menjadi distributor pupuk bersubsidi dan obat-obatan
pertanian lainnya.(cak/diskominfosantik).
VERIFIKASI LANJUTAN-Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST., MT dan jajarannya Kamis 10 Maret 2022 kembali melanjutkan verifikasi legalitas kepemilikan lahan dan sarana wisata di wilayah Kabupaten Barito Timur.
DISKOMINFOSANTIK-Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST., MT dan jajarannya terus melengkapi data penunjang pembangunan obyek wisata di wilayah Kabupaten Barito Timur.
Kemarin, Kamis 10 Maret 2022 ada
tujuh desa yang menjadi sasaran target Disbudparpora. Ketujuh desa tersebut
yakni Mawani, Mantuhing, Tampolengon, Betang Nalong, Bentot, Kalamus dan
Tangelanda.
“Giat verifikasi legalitas kepemilikan lahan bagi sarana wisata, situs budaya, wisata religi dan sarpras olahraga yang telah masuk data base hasil musrenbangcam terus kita lakukan,” terang Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barito Timur Forty Rickyannou, ST., MT kepada contributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Barito Timur, Kamis (10/3).
Data yang terkumpul ini nantinya,
terang Forty sebagai bahan laporan
Musrenbang Tingkat Kabupaten mendatang. Sebelumya Kadis Disbudparpora juga
sudah turun lapangan. Mereka melakukan verifikasi legalitas kepemilikan aset
obyek wisata. Dari hasil turun lapangan itu, Disbudparpora dapat mengetahui kebutuhan
real anggaran yang dialokasikan dari usulan desa .(lim/cak/diskominfosantik)
SAMBUTAN- Ketua Koperasi Bersama Tani Sejahtera Ela, SP, saat memberikan sambutan pada acara tanam perdana jagung komposit di Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).
DISKOMINFOSANTIK- Untuk
mensukseskan Program Ekonomi Kerakyatan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
dan Koperasi Bersama Tani Sejahtera melaksanakan tanam perdana jagung komposit
varietas NK 212 di Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah.
Ketua Koperasi Bersama Tani
Sejahtera Ela, SP dalam sambutanya mengatakan kegiatan tanam perdana jagung
komposit varietas NK212 adalah sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah dalam bidang
peningkatan program ekonomi kerakyatan.
Melalui dinas teknis terkait Pemerintah
Daerah telah membuat program dan memfokuskan kawasan pengembangan jagung
komposit untuk tahun 2022 di sejumlah desa yang tersebar 10 kecamatan.
“Salah satu percontohan,
hari ini kita lakukan penanaman perdana jagung komposit di Desa Netampin
dilahan milik pemerintah seluas kurang lebih 11 hektar,”kata Ela, Kamis (10/3).
Tak hanya itu sambung Ela,
Koperasi Bersama Tani Sejahtera ditahun 2022 ini memiliki 7 program.
Diantaranya, pelatihan operator Rice
milling unit (RMU) , membeli gabah dan memasarkan beras hasil prosesnya,
menanam jagung komposit, mencari peluang pemasaran, hasil produksi beras dan
jagung.
Selanjutnya, melakukan inisiasi
dan peluang untuk menjadi distributor pupuk diBartim, mencari peluang untuk
mencari benih padi dan meningkatkan hasil laboratorium beras berstandar SNI.
“Saat ini produksi beras
dari hasil RMU Koperasi Bersama Tani Sejahtera Barito Timur, sudah diuji
Laburaturium dan berstandar SNI medium,”ujar Ela.
Sementara itu Bupati Barito Timur
Ampera AY Mebas mengatakan melalui program pengembangan jagung komposit diharapkan
bisa meningkatkan pendapatan petani lokal dengan terpenuhinya pakan ternak
dalam daerah. Kemudian dampak positifnya bisa mengurangi masuknya pakan dari
luar sehingga menekan harga jual beli dalam daerah atau menekan inflasi daerah.
“Pemkab Bartim sudah
mendorong dan melaksanakan program ketahanan pangan sekaligus ekonomi
kerakyatan melalui ternak ayam pedaging dan ayam petelur yang saat ini
berlangsung hingga ke desa-desa,” pungkas Ampera.(cak/diskominfosantik)
HASIL BUMI- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur, Camat Dusun Tengah dan Kapolsek Dusun Tengah mengkonsumsi beras hasil bumi dari petani di Kabupaten Barito Timur. Kalau Bupati Bartim saja suka kenapa anda tidak? Ayo buruan beli.
DISKOMINFOSANTIK- Bupati Barito Timur Ampera AY
Mebas mengapresiasi berdirinya Koperasi Bersama Tani Sejahtera di Kabupaten
Barito Timur. Koperasi yang dibangun oleh Pemerintah Daerah tersebut diharapkan
dapat membantu para petani di Gumi Jari Janang Kalalawah ini. Caranya dengan
membeli hasil pertanian milik Petani di Barito Timur, lalu mengolahnya dan
memasarkan lagi dengan harga yang sewajarnya.
Saat ini berdasarkan keterangan dari Ketua
Koperasi Bersama Tani Sejahtera Ela, SP usaha
yang dijalankan oleh Koperasi yang Ia pimpin diantaranya, membeli gabah petani,
kemudian menggilingnya dan memasarkannya kembali. Selain itu Koperasi Bersama Tani
Sejahtera juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Kabupaten Barito Timur menanam jagung komposit varientes NK 212 dengana luas
lahan kurang lebih 11 hektare.
Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas pada acara
tanam perdana jagung komposit di Desa Natampin berharap Koperasi BTS terus
berkembang dengan cara mengembangkan jenis usaha yang dijalankan. “Saya
mengharapkan Koperasi Bersama Tani Sejahtera ini terus berkembang. Saya sudah
mengusulkan dan mengupayakan ke PT Pertamina agar Pertamina mau melayani Koperasi dan BUMDes di
Barito Timur menjual Gas LPG,” terang
Ampera.
Tak hanya
Gas LPG, Orang Nomor Satu di Barito Timur ini juga berharap Koperasi dan
BUMDes nantinya juga menjual barang-barang yang bersubsidi seperti pupuk dan
alat-alat pertanian lainya. Mengapa harus Koperasi dan BUMDes? Ampera
menjelaskan jika koperasi dan BUMDes menjual produk-produk tersebut maka
harganya bisa dikontrol pemerintah dan bisa dijangkau masyarakat.
“Kalau pihak swasta harus mencari untuk yang
banyak. Sedangkan keuntungan koperasi dan BUMDes bisa dikontrol,” jelas Ampera.
Bupati Barito Timur pun berharap dibawah kepemimpinan Ela Koperasi Bersama Tani
Sejahtera kedepannya dapat menjadi distributor pupuk di Barito Timur.(cak/diskominfosantik)
SAMBUTAN- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas saat memberikan sambutan pada acara pembukaan penanaman perdana jagung komposit di Lahan Balai Benih Holtikultura Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).
DISKOMINFOSANTIK- Masih ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di
Kabupaten Barito Timur yang hinggga saat ini belum menggunakan dana dan masih
mengendap direkening menjadi perhatian serius Bupati Barito Timur Ampera AY
Mebas. Orang Nomor Satu di Gumi Jari Janah Kalalawah ini meminta agar BUMDes
yang belum menggunakan dananya segera manfaatkan anggaran yang tersedia. Hal tersebut
disinggung Bupati Barito Timur saat memberikan sambutan pada acara pembukaan
penanaman perdana jagung komposit di Lahan Balai Benih Holtikultura Desa
Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).
Ampera menjelaskan sebenarnya banyak peluang
usaha yang masih terbuka di wilayah Kabupaten Barito Timur. Namun sayangnya
hingga saat ini masih banyak BUMDes yang belum berjalan. Padahal, ujar Bupati
Bartim, anggaran atau dana sudah diserahkan ke desa untuk usaha BUMDes, namun
kenyataan masih ada dana yang mendendap
direkening.
“BUMDes mau membuka usaha pilih-pilih dulu usaha
mana yang cocok. Lalu anggaran ngendap di rekening,” jelas Bupati Barito Timur
dua periode ini.
Sebenarnya, ujar Ampera, ada peluang usaha yang
sangat menjanjikan salah satunya kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di
bidang peternakan ayam.
“Contoh di Desa Ketab, Pemerintah Desa
membangun kandang ayam menggunakan dana BUMDes, sedangkan ayam, pakan dan
obat-obatan disediakan oleh perusahaan yang bekerja sama dengan BUMDes, jadi
desa mendapatkan bagi hasil dari hasil penjualan ayam tersebut,” jelas Ampera.
Selain dapat memperkerjakan penduduk setempat,
kerja sama tersebut juga menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD).(cak/diskominfosantik).
SAMBUTAN- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas saat memberikan sambutan pada acara pembukaan penanaman perdana jagung komposit di Lahan Balai Benih Holtikultura Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).
DISKOMINFOSANTIK- Bupati Barito Timur Ampera AY
Mebas meminta warga Kabupaten Barito Timur memelihara ternak yang cepat
menghasilkan. Tujuannya tentu agar masyarakat cepat mendapatkan hasil dan mampu
membantu perekonomian keluarganya.
Bupati Barito Timur mencontohkan ternak yang
cepat menghasilkan jika dipelihara dengan benar dan telaten adalah ayam
pedaging.
“Ayam pedaging diplihara 25 hari sudah bisa
panen. Sedangkan ikan 6 bulan baru bisa panen, apa lagi babi dan sapi agak
lambat untuk mendapatkan hasilnya,” jelas Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas
dalam sambutanya pada acara kegiatan tanam perdana jagung komposit varientas NK
212 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur bersama dengan
Koperasi Bersama Petani Sejahtera di Lahan Balai Benih Holtikultura (BBH) Desa
Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).
Bupati Barito Timur menjelaskan program tanam
jagung komposit yang dicanangkan Pemerinatah Daerah ini merupakan salah satu
upaya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ayam yang ada di Kabupaten Barito
Timur. Dengan tersedianya pakan ternak di Kabupaten Barito Timur maka
diharapkan akan memunculkan minat masyarakat untuk mencoba memelihara ayam yang
lebih cepat menghasilkan dibandingkan ternak lain. Pasalnya harga pakan ternak
yang diproduksi di Barito Timur harganya lebih terjangkau dibandingkan pakan
dari luar Barito Timur.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan
Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur tahun 2022 Pemerintah Daerah Kabupaten
Barito Timur akan menanam kurang lebih 968 hektar jagung komposit. 600 hektare
bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan 368 hektare menggunakan
anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur.(cak/las/diskominfosantik)
TANAM JAGUNG-Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas (paling depan) saat menanam perdana jagung komposit di Lahan BBH Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (10/3).
DISKOMINFOSANTIK- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas terus serius menjalankan program Ekonomi Kerakyatan yang menjadi visi dan misinya di Gumi Jari Janang Kakalawah ini. Bukti keseriusan itu, Kamis (10/3) Orang Nomor Satu di Kabupaten Barito Timur ini melakukan tanam perda jagung komposit di Lahan Balai Benih Holtikultura di Desa Natampin Kecamatan Dusun Tengah.
Hadir dalam acara tanam perdana jagung komposit
tersebut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Timur Wahyudinor, SP, MP dan
anggota, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur
Trikorianto, SP, MM dan penyuluh se Kabupaten Barito Timur, Kapolsek Dusun
Tengah, Kepala Desa Natampin, Perwakilan Koramil Dusun Tengah dan sejumlah tamu
undangan lainnya.
Kehadiran Bupati Barito Timur dua periode ini ke
Lahan BBH atas undangan dari Koperasi
Bersama Petani Sejahtera sebagai pihak pengelola Lahan BBH tersebut. Rangkaian kegiatan
tanam perdana jagung komposit ini diawali dengan sambutan dari Ketua Koperasi
Bersama Petani Sejahtera Ela, SP, kemudian sambutan dari Camat Dusun Tengah
Prismayadi, S.STP, MM, disusul dengan sambutan dari Ketua Komisi II DPRD
Kabupaten Barito Timur Wahyudinor, SP, MP dan sambutan dan arahan Bupati Barito
Timur Ampera AY Mebas.
Usai acara seremonial, dilanjutkan dengan
melakukan penanaman perdana jagung komposit. Luas lahan tanaman jagung komposit
di Desa Netampin yang dikelola oleh Koperasi Bersama Petani Sejahtera kurang
lebih 2 hektare. Setelah selesai melakukan tanam perdana dilanjutkan dengan
makan bersama di lokasi kegiatan. (cak/las/diskominfosantik).
DIKUBUR- Dua orang anak di Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur menyaksikan satu temannya sedang menggali tanah untuk mengubur babinya yang mati diduga akibat virus flu babi, Rabu (9/3).
DISKOMINFOSANTIK-
Penyebaran virus african swine fever atau demam babi di wilayah
Kabupaten Barito Timur kian merajalela. Tidak hanya menyerang ternak babi di
Kecamatan Awang, tapi kini sudah menyebar luas ke wilayah Kecamatan Dusun
Timur, Kecamatan Benua Lima dan Kecamatan Patangkep Tutui.
Pantauan contributor MMC Diskominfosantik Kabupaten Barito Timur di Desa
Gumpa Kecamatan Dusun Timur, hampir setiap hari ada babi yang mati diduga
akibat virus tersebut. Kondisi ini sangat dikhawatirkan masyarakat setempat.
Pasalnya ternak babi ini memiliki nilai ekonomis yang bisa membantu
perekonomian masyarakat.
Kiik (60 tahun) warga Desa Gumpa RT 03 menuturkan sudah 4 ekor babi peliharannya mati diduga akibat ASF. Bahkan
ada 2 ekor babinya saat ini sedang sakit. “Ada 4 ekor babi saya sudah mati, dua
lagi sakit. babi yang sakit itu tidak mau makan,” terang Kiik.
Nenek yang memiliki 20 cucu ini pun berharap ada kunjungan dari pihak
Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Barito Timur ke Desa Gumpa, tujuannya
untuk memastikan penyebab babi mati di desanya.
Tak hanya Kiik, hal senada juga diungkapkan Ladi (36 tahun), Ibu tiga
anak ini mengaku 1 ekor babinya sudah mati, sedangkan sisanya 13 ekor masih
hidup dan saat ini sudah dikandang semuanya. “Sedih sekali rasanya babi yang
mati itu betina dan sedang hamil,” ucap ibu murah senyum ini sedih.
PATUHI HIMBAUAN- Tiga anak kecil ini mematuhi himbauan dari Dinas Pertenakan dan Perikanan Kabupaten Barito Timur untuk mengubur babinya yang mati. prilaku ketiga anak ini patut dijadikan contoh bagi warga Desa Gumpa lainnya yang membuang babinya yang mati ke suangai dan semak belukar.
Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur Mishael,S.Pi,SE.,MM yang berhasil dikonfirmasi contributor MMC Diskominfosantik meminta kepada masyarakat untuk mengandangkan babinya yang masih hidup. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan juga meminta kandang babi dan di sekitar kandang babi agar disemprot desinfektan atau menggunakan bayclin dengan perbandingan 1 : 9.
Selain itu Mishael juga berharap agar masyarakat tidak menjual babi yang
sakit ke luar desa/daerah, serta ikut menjaga lalu lintas ternak dan ternak
yang sakit agar diisolasi/kandang.“Babi yang mati agar dikubur, jangan dibuang
ke sungai,” harap Mishael.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur ini pun akan memerintahkan Petugas Kesehatan hewan untuk melakukan
investigasi di lapangan, guna memastikan apakah babi yang mati memang
terjangkit ASF atau tidak
Sekedar diketahui demam babi mulai menyerang babi pertama kali di desa
Wilayah Kecamatan Awang. Kasus ini mulai terdeteksi setelah terjadi banyak
kematian ternak babi di Desa Tangkan dan Desa Ampari beberapa waktu lalu.
Kematian babi itu diduga kuat akibat Virus African Swine Fever (ASF). ASF merupakan penyakit pada babi yang sangat
menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen sehingga
mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Virus ini juga sangat tahan
hidup di berbagai lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.
Babi yang terserang ASF menunjukkan gejala demam
tinggi, kemerahan pada kulit terutama moncong dan telinga, sesak nafas, nafsu
makan hilang, kejang-kejang dan pada akhirnya mengalami kematian. (cak/diskominfosantik)