BUPATI BARTIM IKUTI RAKOR PENANGGULANGAN BANJIR

BUPATI BARTIM IKUTI RAKOR PENANGGULANGAN BANJIR

RAPAT -Bupati Ampera AY Mebas dan Forkopimda Kabupaten Barito Timur  mengikuti Rakor Penanggulangan Banjir di Kalimantan Tengah secara virtual dengan BNPB di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, baru-baru ini.
RAPAT -Bupati Ampera AY Mebas dan Forkopimda Kabupaten Barito Timur  mengikuti Rakor Penanggulangan Banjir di Kalimantan Tengah secara virtual dengan BNPB di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, baru-baru ini.

DISKOMINFOSANTIK- Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas didampingi  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana banjir di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kegiatan bersama Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto secara virtual tersebut turut diikuti para kepala daerah di 13 kabupaten dan satu kota, Sabtu (20/11).

“Rapat tersebut menindaklanjuti penanggulangan bersama bencana banjir yang melanda di beberapa kabupaten di Kalteng,” sebut Bupati Barito Timur kepada sejumlah wartawan baru-baru ini.

Khusus di Kabupaten Barito Timur bencana banjir dengan adanya intensitas hujan tinggi saat ini masih belum terlihat. Akan tetapi kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim terus mendapat perhatian serius.

Antara lain, terkait dampak naiknya debit air sungai di wilayah rawan terhadap kawasan pertanian. Seperti, Pematang Karau dan Dusun Tengah.

“Kenaikan debit air terjadi, tetapi dampaknya terhadap kawasan sebagai sentra pertanian masih di data di lapangan,” timpal Kepala Dinas Pertanian Bartim, Trikorianto kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, pada musim tanam Oktober – Maret (Okmar) para petani saat ini mulai menyemai bibit meski ada yang telah mulai menanam dengan usia rendah. Antisipasi terendamnya areal pertanian dipantau langsung PPL setiap hari.

“Apabila ada yang terendam dan sampai gagal panen akan dilaporkan untuk mendapat pergantian bibit ke kementrian pusat,” sebut Trikorianto seraya mengimbau, para petani agar waspada terhadap naiknya debit air dengan memanfaatkan tanggul maupun melakukan penyemaian di lahan yang lebih tinggi. (cak/diskominfosantik)

Tinggalkan komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan. Wajib diisi *

4 × 4 =