Ini Nama-nama yang Beredar Penantang Ampera di Bartim

Ini Nama-nama yang Beredar Penantang Ampera di Bartim

KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Meskipun masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur akan berakhir pada Juli 2018 mendatang, sejak saat ini telah bermunculan para tokoh yang ingin berlaga pada pemilihan kepala daerah mendatang.

Setidaknya aroma persaingan tersebut telah terasa di mana telah banyak para tokoh dan figur calon pemimpin di Bumi Jari Janang Kalalawah itu telah melakukan tebar pesona dengan berbagai cara mereka masing-masing.

Nama-nama tokoh yang akan bersaing memantang bakal calon petahana Ampera AY Mebas itu antara lain M Yamin (staf ahli bupati), Bias Layar (pengusaha), Brigong (staf ahli Gubernur Kalteng), Fristio (anggota DPRD Barito Timur), dan Liyadi (Ketua KNPI Barito Timur).

Sementara itu untuk posisi Wakil Bupati ada beberapa nama yang telah muncul adalah H Suriansyah, (Wabup Petahana), Eskop (Sekda Barito Timur), H Supriatna (Ketua DPD Golkar Barito Timur), Kusdarmanto (anggota DPRD), H Juhriansyah (anggota DPRD) dan H Fauzan (pengusaha).

Pada pilkada serentak mendatang, diperkirakan Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas akan tetap berpasangan dengan Suriansyah. Sejumlah pasangan yang digadang-gadang bakal menantang adalah M Yamin berpasangan dengan Eskop; Bias Layar berpasangan dengan Kusdarmanto; Brigong berpasangan dengan H Supriatna; Fristio berpasangan dengan H Fauzan; dan Liyadi akan menggandeng H Juhriansyah.

Sebagai gambaran peta perolehan kursi partai politik di DPRD Kabupaten Barito Timur adalah PDIP 4 Kursi, PKPI 4 kursi, Demokrat 3 kursi, Golkar 3 Kursi, Hanura 3 kursi, PAN 2 kursi, Gerindra 2 kursi, PPP 2 kursim dan Nasdem 2 kursi. (tin)

Sumber : http://www.kalamanthana.com

Perantau Klaten Ini Tewas Kesetrum Listrik di Ampah Kota

Perantau Klaten Ini Tewas Kesetrum Listrik di Ampah Kota

KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Purwanto (37) perantau asal Klaten, Jawa Tengah, ditemukan tewas kesetrum aliran listrik di belakang rumah toko yang dia sewa di wilayah Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Korban pertama kali dilihat oleh Warsi, seorang pegawai hotel yang berada tidak jauh dari rumah toko tempat korban berjualan nasi goreng pada Minggu (19/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Warsi melihat korban sedang memperbaiki mesin pompa air di dekat sumur di belakang tempat tinggal korban.

“Tiba-tiba saya melihat dia terjatuh dan tergeletak di dekat sumur. Saya langsung memberitahu kepada Bripka Eko Andrianto (anggota Polsek Dusun Tengah) yang tinggal di belakang hotel.” kata Warsi.

Ketika diperiksa, korban telah meninggal dunia dengan posisi terlentang dan memegang satu buah tang warna merah. “Tangan dan dada korban terlihat gosong seperti bekas luka bakar.” tambahnya.

Kapolres Barito Timur AKBP Raden Petit Wijaya melalui Kapolsek Dusun Tengah AKP Reny Arafah membenarkan kejadian tersebut. Menurut Reny, korban meninggal di TKP saat memperbaiki mesin pompa air di belakang tempat tinggalnya.

“Korban meninggal diduga kuat akibat tersetrum arus listrik. Ini berdasarkan bekas luka di telapak tanggan dan di dada korban. Di TKP kita temukan kabel listrik yang menghubungkan arus listrik ke mesin pompa dalam keadaan putus dan gosong.” jelas Reny.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Ampah untuk dilakukan visum. Atas permintaan keluarga, korban tidak diotopsi. Setelah dilakukan visum, sekitar pukul 19.00 WIB korban dibawa ke bandara Samsudinoor Banjarmasin dan selanjutnya diterbangkan ke kampung halaman korban di wilayah Karang Dowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah untuk dimakamkan. (tnk/ik)

Sumber : http://www.kalamanthana.com

Ampera: Bartim Gunakan Sistem E-Musrenbang

Ampera: Bartim Gunakan Sistem E-Musrenbang

 

TAMIANG LAYANG/tabengan.com – Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas beserta jajaran pemerintah setempat menghadiri kegiatan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Awang, di aula kecamatan, Senin (13/2).

Dalam arahannya, Ampera mengatakan pelaksanaan Musrenbang kecamatan merupakan kelanjutan dari Musrenbang desa dan kelurahan.

Pelaksanaan Musrenbang merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang No.25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No.54/2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No.8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rancana Pembangunan Daerah. Hasil Musrenbang kecamatan merupakan bahan bagi pemerintah daerah untuk menyusun dukumen RKPD 2018 dan RENJA SKPD 2018.

Dijelaskan, sistem pembangunan dan penganggaran nasional baik pada aspek proses mekanisme maupun tahapan perencanaan dilaksanakan secara berjenjang yang dimulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi serta tingkat regional dan nasional yang nantinya akan dituangkan dalam program skala prioritas.

Hal ini dimasudkan agar di dalam RKPD 2018 dapat mengakomodir apa yang menjadi program prioritas pembangunan. Sehingga benar-benar menjadi kebutuhan prioritas desa dan kelurahan di wilayah Bartim.

“Untuk melaksanakan Musrenbang 2017, Bartim sudah menggunakan aplikasi e-Musrenbang. Dari e Musrenbang dimaksud, seluruh kecamatan akan mengimput hasil Musrenbang desa secara online maupun apline.

“Jika ada usulan musrenbang desa maupun kecamatan yang tidak terakomodir tidak hilang melainkan ada daftar prioritas tunggu untuk program dan kegiatan untuk dilaksanakan tahun berikutnya,” timpal Ampera.

Lanjut Ampera lagi, Musrenbang 2017 akan memilih program dan kegiatan sesuai UU No6/2014 tentang Pemerintahan Desa. Yakni pemerintah dapat memilah dan memilih program dan kegiatan yang didanai APBDes, APBD Kabupaten dan Provinsi serta APBN 2018 yang menjadi prioritas utama. c-yus

Sumber : http://www.tabengan.com

Raperda Inisiatif Dewan Disahkan

Raperda Inisiatif Dewan Disahkan

TAMIANG LAYANG/tabengan.com – Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Penengsahan Raperda ini bnerlangsung di ruang Sidang Paripurna Dewan, Selasa (14/2) lalu. Sidang dipimpin lanbgsung Ketua DPRD Bartim Broelalano dan para wakil dewan.

Dalam keterangannya, Broelalno mengatakan, disahkannya Raperda menjadi Perda tentu melalui tahapan penyampaian laporan hasil rapat kerja pembahasan bersama Badan Legislasi DPRD dan pemerintah daerah terhadap Raperda tentang Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan Berdasarkan Hasil Fasilitasi Gubernur Kalimantan Tengah.

“DPRD berharap dengan telah disahkan Perda tersebut perlindungan hak masyarakat sebagai pekebun tidak terkikis habis oleh pihak investor perusahaan besar swasta yang selama ini sering kali menuai masalah,” ujar Broelalno, kepada Tabengan, usai Paripurna, Selasa (14/2).

Selain itu, pihanya juga mengingikan Perda ini dapat berjalan senergis dan saling menguntungkan antara masyarakat dan perusahaan lokal serta investor pemilik modal dari luar.

“Dengan adanya Perda Inisiatif Dewan ini, antara eksekutif dan legislatif punya hak yang sama dalam pembentukan Perda demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Gumi Jari Janang Kalalawah,” tukas Broelalano. c-yus

Sumber : http://www.tabengan.com

Duh! Mobil Terguling, Kapolres Bartim dan Istri Dilarikan ke RS

Duh! Mobil Terguling, Kapolres Bartim dan Istri Dilarikan ke RS

PROKAL.CO, TAMIANG LAYANG–Kapolres Barito Timur (Bartim), AKBP Raden Petit Wijaya SIK mengalami kecelakaan lalu lintas, di Jalan Lintas Palangka Raya – Buntok, Kabupaten Kapuas, Kamis (8/12) malam.

Tidak ada korban jiwa saat mobil yang ditumpangi terbalik, namun Ketua Bhayangkari, Yanti Raden Petit Wijaya mengalami luka-luka.

Mobil fortuner B 1500 KL yang ditumpangi Raden, dikemudikan Bripka Karnabudi mengalami rusak pada bagian atap dan kaca pecah lantaran sempat empat kali terguling. Karnabudi, Kapolres beserta Istri dan Bripda Agung dikabarkan sempat dilarikan ke RSUD Doris Syilvanus Palangka Raya.

Wakapolres Bartim Kompol Muharman Arta SIK membenarkan adanya kejadian laka tunggal tersebut. Karena lokasi kejadian tidak masuk di wilayah hukum setempat, pihaknya masih belum bisa memastikan kronologi sebenarnya.

“Untuk kapolres tidak mengalami luka serius, tapi istri Kapolres yang sekarang dirujuk ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin,” singkat Wakapolres. (log/cah)

Sumber : http://kalteng.prokal.co

Waduh! Anggota Polres Bartim Tewas Dilindas Saat Hentikan Truk Bermuatan Kayu Ilegal

Waduh! Anggota Polres Bartim Tewas Dilindas Saat Hentikan Truk Bermuatan Kayu Ilegal

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA – Kejadian mengenaskan menimpa salah seorang anggota Kepolisian Polres Barito Timur (Bartim), Kalteng bernama Brigadir Debi Aprianto (29) saat menjalankan tugas, Kamis (29/9/2016) pagi sekitar pukul 08.35 Wib.

Polantas berpangkat Brigadir Polisi ini, tidak menyangka maut menjemputnya saat dia sedang menjalankan tugas ketika berusaha menghentikan sebuah truk diduga bermuatan kayu ilegal di jalan raya Ahmad Yani.

Informasi terhimpun, menyebutkan, tempat kejadian tewasnya polisi tersebut berada di jalan Ahmad Yani di Kawasan Baruh Pinang RT.01 Kelurahan Tamiang Layang Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur.

Kecelakaan lalulintas terjadi berawal ketika Brigadir Polisi Debi Aprianto, berusaha menghentikan sebuah mobil Isuzu Light Truck warna putih dengan nomor polisi DA 9938 LF yang dikendarai oleh Anuwin.

Brigadir Debi yang saat itu, mengendarai sebuah sepeda motor Dinas Bhabinkamtibmas Yamaha Vixion Warna Grey dengan Nomor Polisi XVIII 220-35 berusaha menghantikan truk tersebut hingga beberapa kali namun tidak digubris.

Kondisi tersebut memaksa korban nekat memotong jalan dengan melaju ke bagian muka truk dengan sepeda motornya.Parahnya, sopir truk tampak tidak peduli dengan tindakan nekat polisi tersebut, sehingga akhirnya polisi dan sepeda motornya ditabrak dan pengendaranya terjatuh dan digilas oleh ban truk hibgga meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Parahnya lagi, saat sepeda motor Brigadir Debi yang tinggal di Tamiang Layang RT.13 Km.4,5 Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Bartim ini terjatuh bersama pengendara, truk yang diduga berisi kayu ulin ini tetap melaju dengan kecepatan tinggi bahkan nekat kabur meninggalkan korban yang dalam keadaan parah usai ditabrak bersama sepeda motornya yang hancur.

Informasi terakhir menyebut Sopir Truk bernama Anuwin yang sempat kabur tersebut sudah ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tidak taat dengan petugas polisi lalulintas yang tugasnya mengatur kendaraan yang ada di Jalan raya.”Kami masih memproses kasus ini.”ujar Kasatlantas Polres Bartim, AKP Marsono.

Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com

PDAM Bartim Siapkan Jejaring Medsos Terima Keluhan

PDAM Bartim Siapkan Jejaring Medsos Terima Keluhan

KALAMANTHANA-Tamiang Layang – Perusahaan Daerah Air Munum (PDAM) ) Kabupaten Barito Timur (Bartim) terus berbenah guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satunya menerima keluhan pelanggan dari jejaring media sosial.

“Tingkat keluhan masyarakat menurun. Walaupun masih ada keluhan dari pelanggan seperti air keruh, macet, namun tidak sesering sebelumnya. PDAM Bartim ini masih menggunakan daya listrik dari PLN,: ucap Direktur PDAM Bartim, Hendroyono kepada KALAMANTHANA di Tamiang Layang, Sabtu (20/2/2017).

Karena tergantung pasokan energi dari PLN, maka saat listrik padam, menurut Hendro, akan berpengaruh terhadap produksi. Untuk menyikapi hal tersebut, PDAM sudah membeli genset agar tetap dapat beroperasi saat listrik PLN padam. Dia akui, dengan kondisi itu biaya produksi akan lebih meningkat, tapi tetap mereka lakukan untuk pelayanan masyarakat.

“PDAM Bartim itu kalau bentuknya seperti perusahaan pribadi, maka sudah tidak layak hidup. Bayangkan, pengeluaran sekitar Rp450 juta, sementara pemasukan hanya Rp300 juta lebih. Perusahaan mana yang mau bertahan. Namun karena PDAM merupakan perusahaan milik pemerintah, yang menjalankan perintah undang-undang yang harus melayani masyarakat melalui pelayanan air bersih, makanya PDAM harus tetap dihidupkan dan ini tanggungjawabnya pemerintah daerah. Setiap tahun PDAM dapat subsidi tarif dari pemerintah daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, ke depan PDAM bisa saja sehat keuangannya kalau tarif bisa dinaikan. Hanya dengan begitu pemasukan lebih besar dari pada pengeluaran. Apalagi baru-baru ini banyak hal yang diperbaiki seperti jaringan yang biayanya mahal. Satu titik rata-rata Rp1-2 juta. Padahal, jumlah titik yang diperbaiki ratusan.

“Perbaiakan selanjutnya yaitu sisitem pembayaran yang sekarang ini sudah bisa online, pembacaan water meter sudah tidak manual lagi, kita sudah memakai android dan akurasi pembacaan meter sudah mendekati 100 persen walaupun human erornya masih ada. Ke depannya kami optimistis hal ini hasilnya akan lebih baik,” katanya pula.

Dijelaskan Hendroyono, dalam memberikan pelayanan PDAM Bartim siap menerima kalau ada keluhan dari masyarakat. “Kami akan merespon dengan positif, akan kami tanggapi semua keluhan yang ada. Kami sudah membuka akun Facebook melalui Grup Pusat Layanan PDAM Bartim,” pungkasnya. (afa)

Sumber :  http://www.kalamanthana.com